AMBON, AT.--Rapat Kerja (RAKER) penyusunan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2023 SMA Negeri 22 Seram Bagian Barat (SBB) diwarnai banyak argumen serta ide baru. Raker tersebut juga mengusung prinsip transparansi.
Raker yang berlangsung selama sehari pada 28 Januari 2023 itu, dibuka langsung Kepala Sekolah SMA Negeri 22 SBB, Martha Lawalata,S.Pd,.M.Pd. Ikut mendampingi kepala sekolah empat wakasek di antaranya Victorina Ellen Tuhehay,S.Pd (Wakasek Humas), Yesy Veriyo Lokollo,S.Pd (Wakasek Kurikulum), Lenor Simaela (Wakasek Kesiswaan), Dwi Prawesti Damayanti,S.Pd (Wakasek Sarana dan Prasarana).
Dalam sambutannya Martha Lawalata menghimbau para guru serta staf dapat terlibat aktif dan memberikan sumbangsi pikiran yang mengarah pada pembenahan, serta pembangunan fisik secara umum dan juga pembangunan karakter seluruh civitas sekolah secara khusus.
SMA Negeri 22 SBB sendiri adalah salah satu sekolah di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang baru didirikan 9 tahun lalu, terhitung sejak 10 Juni 2013. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 170 dan 29 guru dengan persentase 69 persen ASN (PNS, PPPK) serta 31 persen honorer.
Walau besaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diterima dari pemerintah untuk SMA Negeri 22 SBB tidak begitu besar, karena disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang ada, namun pemanfaatnya sangat dimaksimalkan.
“Dan alokasi dana BOS tahun ini benar-benar dibundel untuk hal-hal yang sangat mendesak dan menjadi prioritas sekolah dalam tahun ini saja,” tutur Martha Lawalata, sembari meninjau proses kerja yang dilakukan oleh para guru dan staf pada masing-masing standar.
Proses penyusunan RKAS tahun 2023 SMA Negeri 22 SBB dibagi menjadi delapan standar sesuai peraturan pemerintah nomor 57 tahun 2021 tentang standar nasional pendidikan, antara lain: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Selain plot biaya yang besar untuk sarana dan prasarana, resolusi baru SMA Negeri 22 SBB di tahun ini adalah memprioritaskan anggaran untuk kegiatan-kegiatan pengembangan peserta didik, seperti kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai kegiatan penyaluran minat bakat dalam upaya penguatan profil pelajar Pancasila.
Sebagai guru dan juga salah satu anggota dalam kelompok standar pembiayaan, Anthonia Lenora Siahaya,S.Pd menuturkan dilaksanakannya proses penyusunan RKAS tahun ini, merupakan suatu transparansi bagi guru, dan juga menjadi suatu tahapan pembelajaran tentang beberapa hal yang sebelumnya tidak diketahui. “Harapannya, semoga kegiatan ini akan tetap berlangsung setiap tahun dengan pencapaian-pencapaian yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya, pasca kegiatan tersebut berakhir. (MARLEN TANAMAL/PRO)
Dapatkan sekarang