Puluhan Peserta Ikut Sosialisasi Bangga Kencana di Negeri Soya
Sofitje. E. Pattipeilohy dan Anneke. D. Saila dari BKKBN Kota Ambon serta mahasiswa KKN Universitas Pattimura Ambon Fakultas Kedokteran Shelda. F. Nanlohy saat memberikan sosialisasi Bamgga Kencana di gedung Sekretariat AMGPM Ranting II Soya, Jumat (10/11)
Sarman
10 Nov 2023 17:35 WIT

Puluhan Peserta Ikut Sosialisasi Bangga Kencana di Negeri Soya

AMBON, AT.-- Sekitar tujuh puluh peserta diikutsertakan dalam kegiatan sosialisasi bangga kencana sekaligus pelayanan pemeriksaan Keluarga Berencana (KB) gratis yang digelar Pemerintah Negeri Soya. 

Pelaksanaan kegiatan  ini atas kerja sama Pemerintah Negeri setempat dengan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Negeri Soya. 

Sekretaris Negeri Soya Melkiano Soplanit kepada Ambon Ekspres, Jumat (10/11) mengatakan kegiatan osialisasi Bangga Kencana yang dibarengi dengan pelayanan pemeriksaan KB gratis tersebut tidak terlepas dari program pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting khususnya di Negeri Soya. 

“ Pencegahan stunting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk, sehingga pada tahun 2045 mendatang  Indonesia, khususnya di Negeri Soya memiliki generasi yang berkualitas,” ucap Soplanit. 

Kata Soplanit, stunting bukanlah suatu penyakit, tetapi masalah kekurangan gizi kronis, sehingga dengan kerja sama semua pihak dapat ditangani secara baik. 

Puluhan peserta mengikuti kegiatan sosialisasi Bangga Kencana yang digelar Pemerintah Negeri Soya di gedung Sekretariat AMGPM Ranting II Soya, Jumat (10/11).

Puluhan peserta mengikuti kegiatan sosialisasi Bangga Kencana yang digelar Pemerintah Negeri Soya di gedung Sekretariat AMGPM Ranting II Soya, Jumat (10/11).

Sekretaris yang dikenal ramah ini mengaku, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat komitmen dan sinergitas dengan mitra strategis. Mitra atau stakeholder ini akan mendukung percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan penyebab dari stunting.

“ Sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan mensinergikan dan memperkuat program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Negeri Soya. Olehnya itu,  semua pihak memiliki peran penting dan memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Dia menyampaikan apresiasi dan  rasa bangga terhadap mitra-mitra kerja Pemerintah Negeri Soya termasuk dari instansi terkait di Pemerintah Kota Ambon, dimana atas kerja sama tersebut angka stunting di Negeri Soya sampai dengan triwulan keempat hanya tersisa satu orang balita.

“ Tentunya itu tidak semuda untuk melakukannya. Pelru rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik dan puji Tuhan, sampai hari ini hanya tersisa satu balita yang terindikasi stunting,” ujarnya. 

Pihaknya menambahkan, meskipun stunting sudah berkurang di Negeri Soya, namun ia berharapagar semua pihak tidak terlena karena langkah pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat menekan anak kurang gizi.  

Selain itu, lanjut dia,diperlukan pemahaman yang baik dari  remaja , pemuda dan orang tua sejak dini agar selalu berlerilaku hidup sehat. 

“ Jika sejak dini ada kesadaran dan pemahaman tentang hidup sehat, maka stunting maupun gizi kurang dapat ditekan di Negeri kita. Kenyataannya dengan kedasaran masyarakat Negeri Soya meraih juara umum dan mendapatkan trophy proklim utama tahun 2023 sekaligus status Negeri Soya dari status Desa Maju kini sudah bertatus Desa Mandiri,” beber Soplanit diiringi tepuk tangan dari para peserta kegiatan.
Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan di Gedung Sekretariat AMGPM Ranting II Soya pada Jumat (10/11) ini turut melibatkan Kader Posyandu, TP-PKK Negeri Soya, Kader Pembangunan Manusia (KPM), anak remaja, calon pengantin dan pasangan usia subur.

Dalam kegiatannya, Pemerintah Negeri Soya menghadirkan tiga narasumber diantaranya  Sofitje. E.  Pattipeilohy dan Anneke. D. Saila dari BKKBN Kota Ambon dan Shelda. F. Nanlohy mahasiswa KKN Universitas Pattimura Ambon Fakultas Kedokteran.

Ketiga narasumber tersebut  berkesimpulan bahwa program percepatan penurunan stunting adalah dengan melakukan sosialisasi dan advokasi serta KIE dalam pencegahan stunting kepada masyarakat,  pendampingan keluarga stunting serta pemberian bantuan makanan bergizi yang mengandung protein seperti telur, ikan dan sayuran.

Stunting merupakan salah satu penyebab terhambatnya upaya untuk mewujudkan SDM unggul. Terjadinya stunting pada masa anak, selain menghambat pertumbuhan juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan perkembangan motorik serta  kesehatan anak ketika masa dewasa.(AKS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai