Ditolak Orang Tua Wali Murid,Kepsek SD Negeri 5 Bula: Kita Jalan Sesuai SK Bupati
Kepsek SDN 5 Bula bersama Kapolsek Bula,Babinsa dan Bhabinkamtibmas,Sekdes Sesar dan sejumlah guru saat melakukan pertemuan di kantor Sekolah setempat, Selasa(27/10/).--Jamal/AT.
FaizalLestaluhu
28 Oct 2025 19:05 WIT

Ditolak Orang Tua Wali Murid,Kepsek SD Negeri 5 Bula: Kita Jalan Sesuai SK Bupati

BULA,AT-Sejumlah orang tua wali murid melakukan penolakan pergantian Kepala Sekolah(Kepsek) di SD Negeri 5 Bula, desa Sesar,kecamatan Bula,Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT). Selasa(28/10).

Penolakan itu berlangsung sekira pukul 6.00 WIT dengan melakukan pemalangan pagar Sekolah. Palang baru dibuka oleh warga setempat sekira pukul 8.00 WIT.

Alasan penolakan tersebut dari sumber yang  dihimpun oleh media ini bahwa, para orang tua wali murid merasa mantan Kepsek SD Negeri 5 Ilfar Nakul dianggap masih layak dalam memimpin satuan pendidikan tersebut.

Aksi itu pun sempat menggangu aktivitas belajar mengajar. Siswa-siswi terpaksa diliburkan untuk melakukan belajar mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Sekolah SD negeri 5 yang baru Hamida Kilbaren mengatakan, aksi penolakan yang dilakukan orang tua wali murid merupakan hal yang wajar dalam menyampaikan aspirasi mereka. Namun kata dia,harus melihat dari sisi positif. 

Dengan aksi ini, anak-anak murid yang dirugikan karena proses belajar mengajar harus terhenti.
Sebagai Aparatur Sipil Negara(ASN) dirinya hanya menjalan tugas sesuai Surat Keputusan(SK) Bupati Fachri Husni Alkatiri.

"Kita pikir Bupati adalah kita punya pimpinan tertinggi di pemerintahan. Makanya katong(kita) jalan sesuai dengan SK Bupati,"ungkap Hamida kepada wartawan,Selasa(28/10/2025).

Dirinya menambahkan, masalah SK pemindahanya ke SD Negeri 5 itu didapatkan bukan dengan kemauanya sendiri. Akan tetapi atas dasar ketentuan dari pimpinan. Bahkan ia sempat menunjukan soft copy SK kepada orang tua wali murid yang menolak.

"Saya 15 tahun jadi Kepsek SD N 3 Englas, dan saya legowo diganti. Saya diganti tidak ada masalah apa-apa,"ujarnya.

Hamida berharap, agar masalah ini tidak boleh terjadi lagi kedepan.Pasca kejadian itu Kilbaren langsung gelar rapat bersama guru-guru SD N 5.

Sementara dalam kesempatan itu Kapolsek Bula, Iptu Izaak Tahapary mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi pemalangan sekolah ini, dia langsung turun ke lokasi berasama beberap personil.

“Kita langsung bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kebetulan saya juga koordinasi dengan Pak Sekretaris Desa untuk kita menjaga Kamtibmas di sekitar sekolah,”ujar Tahapary.

Kapolsek juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk menggelar pertemuan di sekolah tersebut.Pertemuan itu dalam membicarakan hak-hak para pelajar agar bisa mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya.

“Saya telah koordinasi dengan pihak sekolah. Hari ini mereka bukan diliburkan, tetapi untuk sementara belajar mandiri di rumah. Nanti besok aktivitas sekolah sudah berjalan seperti biasa,”imbuhnya.

Sementara, pihak Dinas Pendidikan SBT belum berikan penjelasan terkait msalah ini.(Jamal) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga