AMBON, AT.- Demi memulihkan ekonomi terhadap kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Maluku pasca pandemi covid-19 harus didukung dengan modal usaha. Untuk mewujudkannya, PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon memberikan modal usaha kepada pelaku usaha.
Tak hanya modal yang diberikan, perusahaan permodalan ini juga melakukan pendampingan dan pelatihan dalam bentuk Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) kepada para pelaku usaha mikro Kecil menengah (UMKM) di daerah ini.
Pimpinan PT.PNM Cabang Ambon Ridul Akbar kepada media ini, Senin (20/2) membeberkan, salah satu program prioritas PT. PNM Cabang Ambon adalah melakukan penambahan lima unit baru PNM mekar antara lain, Unit Baguala, Leihitu, Masohi, Waeapo dan Saparua.
" Dengan penambaha lima unit mekar, berarti kita sekarang ada di posisi 18 unit dengan bisnis PNM sebelumnya yakni Unit Layanan Modal Mikro dengan posisi porsi empat. Tapi di tahun 2023 kita lebih fokus ke layanan bisnis mekar dengan sistem pembiayaan untuk nasabah per kelompok (propending), " kata Ridul Akbar .
Dia menjelaskan, alasan penambahan unit kerja tersebut karena bisnis yang dilakukan oleh PNM sudah besar. Contonya, sebelumnya untuk unit Ambon mengendap sampai di kecamatan Leihitu, karena jumlah sais bisnisnya sangat besar dengan jumlah nasabah diatas 4.000 sehingga di buka unit tersendiri dari dua unit tersebut.
Dengan program PNM mekar tidak terlalu banyak berkompetisi dengan perusahaan BUMN sejenisnya. " Tidak banyak kompetisi dilapangan yang kita temui dilapangan. Setau saya di Maluku belum ada kompetitor sejenis yang memang sektor kor bisnisnya sama seperti PNM mekar, " jelas dia.
PNM mekar jelas dia, pembiayaan terhadap propending belum ada. Tetapi pembiayaan ultra mikro dibawa Rp 10 juta cukup banyak dengan produk BRI dan super minyak serta pengadaian dengan produkadenya. KUR bisnis antara PNM mekar dengan perusahan BUMN lainnya tentu saja berbeda karena PNM menggunakan grup propending sementara perusahaan BUMN lainnya menggunakan induvidual endingnya.
Dengan demikian, kata dia, vior di Maluku saat ini hanya ada pada PNM mekar yang bergerak dengan bisnis group propending. Dia menargetkan untuk tahun 2023 masing - masing unit menghandel 3.000 nasabah. Meskipun kedepannya jumlah nasabah masing - masing unit mencapai lebih besar dari 3.000, maka PNM akan membuat kembali unit - unit baru.
" kalau perhitungan sekarang dari manajemen kemampuan satu unit maksimal menghandel 3.000 nasabah. Karena pertimbangannya adalah apabila jumlah nasabahnya mencapai lebih dari itu, maka harus membuka unit baru, " ujarnya.
Dia menambahkan, target minimum masing - masing unit di tahun 2023 adalah 3.000. Dengan demikian, dipertengahan 2024 atau diawal tahun 2025 akan membuka secara luas unit di daerah lain. Dimana untuk membuka unit baru tentu membutuhkan penambahan SDM KPS keluarga prasejahtera.
Disisi lain, lanjut dia, dalam membuka unit baru di Maluku tidak mengalami kendala, karena hingga saat ini pengembalian modal oleh nasabah berjalan dengan aman dan lancar karena inverior PNM berapa pada posisi 0, 015 dan masih tergolong sangat rendah.
" Jadi pembiayaan modal kepada nasabah kita dilakukan per kelompok. Selain itu, PNM juga memberdayakan ketua kelompok dimana setiap kelompok dipimpin oleh ketua kelompoknya dan ketua kelompok akan memcari dan membesarkan kelompoknya misalnya dari 10 nasabah ada dua orang yang digabungkan oleh ketua kelompok dengan maksimal 30 nasabah, " singkatnya. (AKS)
Dapatkan sekarang