Program Pembinaan Mental Spiritual Libatkan Ribuan Mahasiswa Unpatti
QuBisaAdmin.com
05 Oct 2025 19:38 WIT

Program Pembinaan Mental Spiritual Libatkan Ribuan Mahasiswa Unpatti

AMBON,AT-Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Provinsi Maluku terus menciptakan inovasi baru dalam mendukung generasi bangsa yang cerdas dan berbudi.

Salah satu yang menjadi sorotan hangat dan paling diapresiasi adalah, program pembinaan mental spiritual, yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir di Kampus “Orang Basudara” itu.

Terkait hal tersebut, Wakil Rektor IIIUniversitas Pattimura Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, kepada Ambon Ekspres, di ruang kerjanya, Rabu (1/10) kemarin membenarkan adanya kegiatan dimaksud.

“Jadi, di Unpatti ini ada satu kegiatan, untuk menjawab visi rektor. Itu Universitas Patimura unggul menuju world class university. Nah, salah satunya kegiatan untuk mendukung visi rektor yaitu pembinaan mental spiritual,”katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk periode 2024-2028 ini mengaku, kegiatan itu melibatkan 2.000 mahasiswa yang terbagi dari lima agama, Islam, Protestan, Katolik dan Hindu.

“Dari 2000 mahasiswa itu kita ambil Muslim 
 750 peserta, Protestan itu 750, Katolik itu 200, lalu Hindu itu biasanya hanya 50. Karena memang jumlah anak Hindu itu sedikit yang ada di sini,”jelasnya.

Dijelaskannya, 2000 mahasiswa yang ikut pada kegiatan itu biasanya diambil dari mahasiswa angkatan baru. Jadi angkatan berjalan itu seperti pada tahun 2024 berarti pakai angkatan 24, sekarang sudah ada angkatan 2025 maka nanti yang ikut angkatan 25.

Walaupun memang mahasiswa baru di Unpatti setiap tahun menerima itu 5.000 sampai 6.000 orang, seperti contoh 2025 menerima sebanyak 5.643 yang angkatan tetapi nanti di rolling mahasiswanya sehingga semua mahasiswa itu dapat mengikuti kegiatan pembinaan. 

Untuk kegiatannya sendiri, lanjutnya, akan dilakukan untuk skala universitas selama satu bulan sekali di bulan berjalan. “Kalau skala kampus itu setiap bulan sekali pada hari Jumat minggu pertama,”terangnya.

“Sedangkan untuk fakultasnya, Nanti setiap minggu itu dilakukan pada hari Jumat juga. Jadi universitas satu bulan sekali di hari Jumat minggu pertama, di fakultas-fakultas itu setiap minggunya di hari Jumat,”jelasnya.

Untuk tempat pelaksanaannya, Warek III mengaku, bakal dilakukan di area kampus saja. Ia menjelaskan selama yang berjalan sudah dua tahun ini biasa yang muslim dan Protestan itu di auditorium.

“Mengapa Islam dan Protestan kegiatannya di gedung auditorium Karena jumlannya banyak, kalau Katolik itu di gerejanya sendiri. Sedangkan Hindu di lantai dua. Nah, itu biasa berjalan seperti itu,”paparnya.

Menurutnya, walaupun undangan hanya misalnya kepada 750 mahasiswa muslim untuk ikut kegiatan tersebut, begitu juga Protestan tapi partisipasi mahasiswa sering kali melebihi jumlah tersebut,

“Bahkan sampai 800, tapi minat mahasiswa itu lebih banyak. Jadi misalnya ukuran dari rektorat undangannya 750, mereka datang lebih dari itu. datang lebih banyak lebih bagus,”ujarnya.

Prinsipnya, lanjut Warek III, pembinaan mental spiritual mahasiswa adalah agenda rutin yang tidak bisa diganggu gugat, karena masuk dalam salah satu visi rektor .

“Bahkan jika bertepatan dengan gedung auditorium dipakai, maka seperti kemarin 
 kami gunakan itu yang muslim di masjid kampus, begitu juga Protestan di gereja kampus,”jelasnya.

“Kalau Katolik kan tetap di gerejanya. Lalu Hindu tetap di lantai, naik lagi di lantai 4. Intinya kegiatan itu skala rektorat itu sebulan sekali, Tetapi di setiap fakultasi itu setiap hari Jumat, itu dia berjalan lagi. Untuk mahasiswa lain tetap dia continue jalan di fakultas-fakultas. Di prodi-prodi itu tetap jalan,”tandasnya.(ZAP)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai