Gelar Seminar Internasional, FKIP Unpatti Hadirkan Pembicara dari 5 Negara
Ruslan Tawari didampingi Izaak Wenno dan Imanuel Hitipeuw (dari kiri ke kanan) saat membuka Seminar Internasional di salah satu hotel ternama di Kota Ambon, Senin (6/5). --Faiz/AT.
FaizalLestaluhu
06 May 2024 21:10 WIT

Gelar Seminar Internasional, FKIP Unpatti Hadirkan Pembicara dari 5 Negara

AMBON,AT-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura Ambon  menyelenggarakan International Seminar on Education (ISEdu) yang ke-8 Tahun 2024 dengan tema "Education for Sustainable Development : Integrating Principles of Sustainable Development Into Curricula and Education". Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. 

 
Menurut Prof Dr. Izaak Hendy Wenno, M. Pd, Dekan FKIP Unpatti bahwa, seminar internasional sudah dilaksanakan kurang lebih delapan kali.

"Kegiatan ilmiah seperti ini sebenarnya sudah dilaksanakan pada bulan November lalu, namun ada kegiatan-kegiatan fakultas sehingga kita bergeser di bulan  Mei," ungkap Wenno kepada Ambon Ekspres di Ambon, Senin (6/5).

Menurutnya, kegiatan internasional ini merupakan salah satu kegiatan yang bukan cuma kegiatan rutinitas, tetapi kami kepingin untuk branding memperkenalkan fakultas keguguran pendidikan di luar, bukan cuma di Maluku tapi di Indonesia maupun juga di luar negeri. 

"Makanya, hari ini kami menghadirkan pembicara dari beberapa negara seperti Hungaria, Amerika hingga Turkey. Kami ingin branding. Artinya kampus maupun FKIP bisa dikenal termasuk dosennya  juga bisa dikenal  lewat kegiatan seperti ini maupun kegiatan-kegiatan lainnya, " jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Wenno juga berharap, dosen harus mempunyai hasil-hasil penelitian yang baik sehingga  ada de-ide mengajar yang kreatif inovatif.

"Kegiatan ilmiah ini bergengsi karena kita juga menghadirkan kurang lebih pembicara-pembicara dari luar negeri. Jadi semua dosen itu harus dilibatkan karena kami ingin memaksimalkan potensi yang ada di FKIP, " terang dia. 

Dikatakan, SDM untuk branding FKIP ini kurang lebih 247. Doktor itu semuanya sudah 100 orang dan guru besar 26 orang. 

"Jadi kalau bicara tentang kualitas atau sumber daya FKIP itu memang dosen-dosen punya kualitas yang mumpuni, " katanya. 

Wenno menambahkan, tentang kegiatan seminar berbasis internasional ini tentunya sebagai bentuk upaya untuk mendukung visi Unpatti go Internasional.

“FKIP terus berupaya untuk mendukung visi dari perguruan tinggi dalam mewujudkan kampus berdaya saing ditingkat internasional, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dalam perkembangannya tentu membawa perubahan kehidupan terutama dalam dunia pendidikan, mengarahkan manusia untuk berfikir kritis dan idealis, dan maju tidaknya suatu bangsa sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan yang dilaksanakan," demikian Wenno. 

Sementara itu, Prof. Dr Marleny Leasa, M.Pd, Ketua Panitia menjelaskan, seminar internasional ini menghadirkan lima pembicara, yakni Dr Imanuel Hitipuw (Universitas Malang), Prof Gabor Biczo (Universitas Debrecen Hungaria), Prof Hasan Tekguc (Universitas Kadir Has Turkey), Dr Divina Yango (Universitas Benguet State Philipina) dan Hugo Garcia dari Universitas Texas Tech Amerika. 

"Dari lima pembicara ini, hanya nama pertama (Imanuel) yang hadir langsung. Sementara empat lainnya hadir melalui zoom, " ungkapnya. 

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk mendukung pendidikan berkelanjutan dari berbagai aspek kehidupan manusia, apakah itu ekonomi, sosial budaya dan seterusnya sampai pada aspek-aspek yang lain.

"Yang penting harus dikelola secara baik dan itu semua harus diakomotif dalam aspek pendidikan pembangunan berkelanjutan, misalnya pengembangan kurikulum kurikulum yang bisa memperhatikan dan kebutuhan pendidikan yang memperhatikan pembangunan berkelanjutan kemudian juga pendidikan informal ataupun pendidikan formal,"  katanya. 

Dikatakan, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan merupakan bagian integral dari perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas pada 2045.

"Pencapaian target tujuan pembangunan sangalah penting dan sistem pendidikan yang dibangun dengan baik akan meningkatkan kualifikasi pendidikan masyarakat Indonesia, sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan ekologi, " katanya. 

Leasa menjelaskan, tujuan dari seminar ini adalah untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional dosen di Unpatti, serta kerjasama antar peneliti dari berbagai negara yang bermanfaat dalam peningkatan kualitas kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. 

" Jumlah artikel yang dipresentasikan mencapai 59 paper, 59 paper dari dosen serta 2 paper dari mahasiwa dan pada akhirnya dapat dipublikasikan dengan baik dalam rangka menambah khasanah perkembangan pendidikan saat ini,” kunci ibu murah senyum ini. 

Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy yang diwakili Dr.Ruslan H. S.Tawari, M.Si, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi saat membuka seminar itu, menyampaikan apresiasi atas kegiatan seminar internasional yang diikuti oleh ratusan  peserta.

Dia menjelaskan tentang kegiatan seminar berbasis internasional ini tentunya sebagai bentuk upaya untuk mendukung visi Unpatti go Internasional.

“Apa yang dilakukan oleh FKIP adalah bagian dari upaya untuk mendukung visi dari perguruan tinggi dalam mewujudkan kampus berdaya saing ditingkat internasional. Kami tentu memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, " ucapnya. 

Dia berharap, dengan adanya kegiatan seminar ini bisa memberikan manfaat didunia pendidikan, memfasilitasi, mahasiswa dan dosen, yang mempunyai ketertarikan untuk menulis paper dan mempresentasikannya secara forum ilmiah. 

"Semoga kedepannya kegiatan seminar ini dapat bermanfaat bagi peserta karena banyak ilmu yang akan kita serap dari kegiatan ini,” ungkap

Di akhir sambutan, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh nara sumber baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Saya ucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya atas kesediaan dan waktu untuk mengisi seminar pendidikan Internasional ini. Dan kepada seluruh peserta, kiranya dapat aktif dan produktif dalam mengikuti seminar ini, sehingga apa yang diperoleh dari kegiatan ini pada saatnya dapat diimplementasikan serta bermanfaat bagi individu, lembaga dan masyarakat, " pungkasnya. (CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai