AMBON,AT-Keluarga korban pembacokan, Muhammad Amin Notanubun mendesak aparat kepolisian menangkap dan memproses hukum pelaku. Sementara warga meminta agar ada penempatan polisi di kawasan Air Besar (Arbes) dan pertigaan Stain, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon untuk mencegah bentrok.
Amin dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) di pangkalan ojek gapura Wara, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Sabtu (18/5/2024) sekira pukil 00.30 WIT. Lelaki berusia 51 tahun ini mengalami sejumlah luka di bagian tubuh dan tidak sadarkan diri, bahkan satu jari tanganya putus.
Pria yang kerap di panggil ayah Amin, sopir angkot jurusan Stain ini akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui Ambon guna mendapatkan perawatan medis. Tiga berlalu, polisi belum berhasil mengungkap dan menahan pelaku.
Keluarga korban protes, dengan memalang ruas jalan di Kawasan Arbes, dan jalan di pertigaan Stain, Selasa (21/5) kemarin. Mereka meminta agar polisi segera mengusut tuntas dan mengamankan pelaku pembacokan Amin.
Kepala Kepolisian Kota (Kapolresta) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Driyano Andri Ibrahim, mengaku sudah turun langsung di lokasi yang dipalang dan melakukan pertemuan bersama.
"Tadi saya dengan Raja Batu Merah, tokoh agama, tokoh masayarakat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat di sekitar Arbes sudah mengadakan pertemuan. Pertemuan juga dengan melibatkan ketua RW, ketua ketua RT se wilayah Arbes dan juga dihadiri oleh sekretaris MUI Kota Ambon," ujar Kapolresta yang dihubungi dikonfirmasi media ini, kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Kapolresta Ambon, pihak keluarga dan warga berharap pelaku penganiayaan Amin dan beberapa korban lainnya segera ditangkap. Selain itu, polisi juga diminta berpatroli untuk memantau langsung lokasi-lokasi rawan kejadian pertikaian terutama di sekitar wilayah RT 05/RW 06 dan RT 01/RW 02 di Arbes yang sering bertikai hingga jatuh korban.
Warga juga berharap ada penempatan polisi di beberapa lokasi rawan di Arbes agar dapat menjaga jangan sampai terjadi penyerangan di Arbes.
"Untuk itu, kami berharap agar semua pihak di Arbes sama-sama saling menjaga keamanan dan ketertiban hingga senantiasa dapat terjalin perdamaian dan persatuan di tengah tengah masyarakat, bukan justeru terjadi terus perpecahan dan konflik," kata Kapolresta.
Andri Ibrahim meminta agar masyarakat juga turut serta mendukung pihak kepolisian guna menjaga kamtibmas agar tetap kondusif.
"Seharusnya masyarakat menghormati hukum dan mempercayai aparat hukum, dengan cara menyerahkan segala permasalahan pelanggaran hukum untuk diselesaikan oleh pihak Polri. Jangan main hakim sendiri dan tidak perlu melakukan tindakan kekerasan sebagai bentuk aksi balas dendam dan lain sebagainya," pintanya. (ERM)
Dapatkan sekarang