AMBON,AT-Penyidik Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku sudah mengambil keterangan awal Hendrik Lewerissa (HL), Gubernur Maluku terpilih sebagai korban dugaan penghinaan yang dilakukan terduga pelaku, Patrick Papilaya melalui akun Tiktok pribadinya.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Aries Aminnullah, kepada media ini, Senin (23/12) malam mengatakan, setelah menerima laporan yang disampaikan kuasa hukum HL, yakni Firel Sahetapy pada Minggu (22/12) malam sudah langsung ditindaklanjuti.
"Dan tadi pagi langsung diambil keterangan awal berita acara wanwancara beliau (Hendrik Lewerissa-red) sebagai korban," kata Kabid Humas.
Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap saksi lainnya, termasuk keterangan dari terlapor."Sementara menunggu saksi-saksi lainnya,"tambah Aries.
Sebelumnya, publik Maluku kembali dikagetkan dengan beredarnya video berdurasi 0.44 detik, pada Minggu (24/12) kemarin. Di video tersebut terlihat Patrick Papilaya sedang melakukan live di akun Tiktoknya dengan menyampaikan perkataan yang tidak pantas.
Ucapan Patrick di video itu, memantik kemarahan pendukung Hendrik Lewerissa di Pilkada Gubernur Maluku 27 November 2024 maupun kader Gerindra. Patrick akhirnya dilaporkan ke Polda Maluku oleh Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Buru, Mustafa Umasugi.
Wakil Ketua DPD Gerindra Maluku Riki Paliama membenarkan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Maluku.
"Sudah dilaporkan ke Direktorat Resesrse kriminal khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku oleh kawan-kawan pengurus partai Gerindra Kabupaten Buru, Minggu sore tadi (kemarin-red)," jelas Riki saat dikonfirmasi Ambon Ekspres, Minggu (22/12).
Paliaman meminta Polda Maluku segera menindak lanjuti laporan tersebut secara cepat dan pelaku harus ditahan, sehingga ada efek jera.
"Gerindra minta dia diproses hukum. Kita cepat lapor, karena dikhawatirkan jangan sampai proses hukum lambat relawan LAWAMENA bisa bertindak ke dia (Patrick)," tegas Paliama.
Selain sebagai calon gubernur Maluku terpilih, Hendrik Leweriasa juga ketua DPD Gerindra Maluku. Sehingga wajar jika video penghinaan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.
"Ini sangat keterlaluan ya, dia (Patrick) influencer yang tidak beradab. Contoh kasus dengan pak Benhur belum selesai, kembali berbuat lagi dengan Gubernur terpilih. Pak Hendrik juga ketua DPD Gerindra, jadi wajar relawan dan pendukung LAWAMENA marah, termasuk kader Gerindra," paparnya. (ERM)
Dapatkan sekarang