PIRU,AT-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar rapat paripurna serah terima jabatan (Sertijab) dan penyampaian Pidato Perdana Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (6/3).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD SBB, Anderias Hengky Kolly, didampingi para wakil ketua dan seluruh anggota, Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat periode 2025-2030, Asri Arman-Selfinus Kainama.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) SBB, mantan Penjabat Bupati Achmad Jaiz Ely, para pimpinan OPD ruang lingkup pemerintah daerah SBB, para raja/kepala desa serta pihak-pihak terkait lainnya.
Asri Arman dalam pidato perdananya, menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak, atas upaya dan kerja keras selama Pilkada 2024 hingga membawa dirinya dan Selfinus Kainama menjadi pemimpin baru di bumi Saka Mese Nusa.
"Untuk itu, mari kita saling mendukung dan memastikan semua sampai pada tujuan yang sama. Melaksanakan tugas serta amanah masyarakat dan saling bekerja sama membangun daerah yang kita cintai" tegas Asri.
Bupati menyatakan, berdasar data Badan Pusat Statistim (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat mengalami sebanyak 38 ribu lebih dari total populasi. Namun, tingkat pendapatan dan perputaran ekonomi masih sangat rendah.
Selanjutnya ungkap politisi Demokrat itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten SBB setiap tahunnya mengalami penurunan. Seperti tahun 2022 dari Rp 39 miliar turun menjadi Rp 21 miliar saja di tahun 2023, dan Rp18 miliar lebih pada 2024.
"Itu berarti masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita dilakukan dengan cara saling bekerja sama antar pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dari berbagai aspek. Sehingga dari pendapatan itu, kita dapat mengalokasikan anggaran untuk pemerataan pembangunan bagi masyarakat" pintanya.
Asri berkeinginan, dalam roda pemerintahannya lima tahun ke depan, yang menjadi fokus utama adalah mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui investasi adromalin, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan infrastruktur yang merata di berbagai wilayah.
"Saya optimis melalui visi besar semoga dapat mengatasi masalah yang ada di kabupaten yang kita cintai ini. Meski dengan efisiensi anggaran, yakin kita mampu. Jangan jadikan itu sebagai alasan kita untuk tidak bekerja" harapnya
Usai menyampaikan pidato perdana, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan berkas serah terima jabatan oleh mantan Penjabat Bupati Achmad Jais Ely, Bupati Asri Arman dan Gubernur Maluku yang diwakili Asisten I Setda Maluku, Djalaluddin Salampessy. Setelah itu, Bupati Asri Arman dan Wakil Bupati Selfinus Kainama berbuka puasa bersama di masjid Waimeten Pante Desa Piru, Seram Bagian Barat.
Antusias Sambut Pemimpin Baru
Diketahui, Bupati-Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman dan Selfinus Kainama tiba di tanah Saka Messe Nusa melalui dermaga penyeberangan Waipirit, Kamis (6/3) lalu.
Kedatangan Asri dan Selfinus di kabupaten SBB itu, merupakan yang pertama kalinya sebagai bupati dan wakil bupati pascadilantik Presiden Indonesia Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, 20 Februari 2025 lalu.
Pantauan media di lapangan, Asri dan Selfinus saat tiba di Dermaga Penyeberangan Waipirit, sekira pukul 11.41 WIT, dan disambut dengan tarian cakalele dan Somba-Somba Upu.
Terlihat Sekda SBB Leverne.A.tuasuun, Forkopimda dan Kepala OPD lingkup Pemda SBB, serta ratusan tim dan relawan Amanusa serta masyarakat turut hadir dalam penjemputan tersebut. Bupati dan Wakil Bupati yang didampingi istrinya masing-masing disambut dengan prosesi adat.
Dibalik semua itu, ada satu momen mengharukan yang terjadi. Di mana, Wakil Bupati Selfinus Kainama, terlihat meneteskan air mata saat menyaksikan tarian Somba-Somba Upu.
Tarian dan nyanyian Somba-Somba Upu yang berasal dari Negeri Latu, Kecamatan Amalatu, yang dibawakan sekelompok perempuan asal Negeri Latu sambil memberikan satu anakan sagu, membuat wakil bupati tak kuasa menahan air matanya.
Wakil Bupati mengaku, tetesan air mata yang ia keluarkan saat mendengar lirik lagu tersebut, sebab sebagai putra asal Negeri Kamarian, ia paham betul setiap lirik yang dinyanyikan menggunakan bahasa daerah pada lagu Somba -somba Upu.
"Saya teteskan air mata karena terharu, saya sebagai anak negeri mengerti lagu yang dinyanyikan dalam tari Somba Upu itu, apalagi diberikan simbol satu pohon sagu itu maknanya luar biasa," jelasnya.
"Saya dan pak bupati diberikan kepercayaan untuk tanam pohon sagu itu, agar tumbuh dan menjadi sumber kehidupan bagi semua orang,"sambungnya.
Tidak sampai di situ, dalam perjalanan dari Waipirit ke Kota Piru untuk menghadiri Paripurna penyampaian pidato perdana Bupati di DPRD SBB, rombongan Asri-Kainama juga disambut hangat oleh masyarakat di beberapa negeri dan desa.
Seperti di Negeri Hatusua, rombongan Bupati-Wakil Bupati berhenti sejenak untuk menerima sambutan hangat dari masyarakat dan tokoh adat setempat dengan tarian adat dan sejenisnya.
Hal tersebut juga terjadi di beberapa wilayah lainnya seperti Desa Waisamu, Negeri Nuruwe, Desa Waihatu dan Kamal. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan pemimpin mereka.(Yud/Nal)
Dapatkan sekarang