AMBON,AT-Pemilihan anggota legislatif (Pileg) tersisa delapan hari lagi masuk tahapan pencoblosan pada 14 Februari 2024. Untuk DPRD Provinsi Maluku, di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) terjadi persaingan ketat memperebutkan kursi menuju karang panjang.
Untuk dapil 3, Kabupaten Seram Bagian Barat misalnya, jatah lima kursi ke Provinsi Maluku menjadi rebutan setiap parpol, baik petahana maupun pendatang baru.
Hasil Pileg 2019, keterwakilan lima kursi dapil SBB diantaranya PDIP, Demokrat, PKS, Hanura dan Gerindra. Kali ini satu petahana Samson Attapary dari PDIP tidak lagi maju calon anggota legislatif.
Sementara empat petahana lainnya, Asri Arman (Demokrat), Turaya Samal (PKS) , Iqbal Payapo (Hanura) dan Hatta Hehanusa (Gerindra) masih mencalonkan diri di Pileg 2024.
Posisi kelima kursi ini diprediksikan masih menjadi rebutan sengit. Hampir semua komposisi caleg dari masing-masing Partai cukup kuat dalam memperoleh suara.
Misalnya partai NasDem, yang mengusung lima figur terbaik. Salah satunya Timotius Akerina. Akerina diketahui sudah memiliki basis suara. Selain mantan Wakil Bupati SBB, juga mantan anggota DPRD SBB dua periode.
Simpul-simpul kekuatannya sudah terbentuk lama. Jika demikian maka, kehadiran Akerina patut diperhitungkan oleh petahana.
Menyikapi itu, tokoh pemuda SBB yang juga Kordinator Wilayah Lembaga Study Visi Nusantara Maju (Vinus) Provinsi Maluku, Lutfi Wael mengatakan, posisi lima partai yang memiliki kursi di DPRD Maluku saat ini sebagiannya masih di posisi belum aman.
Ia menyebutkan, misalnya Hanura berpotensial kehilangan kursi di Pileg 2024. Karena kekuatan saat ini berbeda dengan di Pileg 2019. Begitu juga Gerindra, belum aman karena fokus kekuatan pendulang suara masih berharap di Petahana, Hatta Hehanussa.
Berbeda dengan Demokrat, PDIP dan PKS, masih berpeluang mempertahankan kursi karena kompisisi caleg masih bagus.
Untuk PDIP, meski Samson Attapary tidak lagi maju, namun komposisi caleg terbagi di wilayah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sangat besar dan berpotensi mendapatkan suara merata.
"Hanura bisa dipastikan hilang kursi. Gerindra belum aman, karena komposisi calegnya agak lemah, sebab tumpukkan kekuatan Gerindra hanya ada di Hatta Hehanussa, sementara caleg yang lain agak kecil kekuatan mereka dalam perolehan suara," jelas Lutfi kepada Ambon Ekspres, Senin (5/2).
Gerindra, katanya, bisa pertahankan kursi jika Hatta mampu meraih 15 ribu suara personal, jika tidak agak lemah. Merujuk pada hasil pileg 2019 suara personal yang di angka mencapai 15 ribu, hanyalah Asri Arman dan Ikbal Payapo.
"Ikbal Payapo itu suara personal signifikan di 2019, karena kekuatan infrastruktur birokrasi dan kekuasaan yang bekerja saat itu. Kalau Asri Arman kekuatan personal," tandasnya.
Posisi Hanura sebutnya, bakal direbut NasDem atau PAN. Kedua partai ini memiliki komposisi caleg
yang cukup baik.
"NasDem dan PAN, kalau kita lihat dari struktur komposisi caleg lebih potensial. Apalagi NasDem ada mantan Wakil Bupati SBB Timotius Akerina," pungkasnya. (Hab)
Dapatkan sekarang