Persiapan Kunjungan Jokowi, Polisi Grebek Polwan Selingkuh di Saumlaki
Tangkapan layar video penggrebekan
Admin
10 Sep 2022 20:40 WIT

Persiapan Kunjungan Jokowi, Polisi Grebek Polwan Selingkuh di Saumlaki

AMBON, AT- Perselingkuhan dikalangan polisi kembali merebak. Kali ini melibatkan oknum perwira polisi dan Polwan di Polres Kepulauan Tanimbar.


Celakanya, perbuatan mesum dua abdi negara ini digrebek suami polwan yang juga anggota polisi. Lebih cilaka lagi, perbuatan mereka terungkap sehari sebelum kunjungan presiden Jokowi di Tanimbar, 1 September 2022 lalu.


Itu berarti saat itu Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif juga tengah berada di Saumlaki, untuk ikut dalam inspeksi persiapan kunjungan Presiden Jokowi di bumi Duan Lolat.


Penggebrekan berawal ketika si Polwan, Briptu YAA mengunjungi salon kecantikan di Pasar Omele, Kota Saumlaki. Dia menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Waktu menunjukan pukul 21.00 WIT. 


Beberapa saat kemudian, YAA meninggalkan salon dengan menumpang ojek. Dia rupanya menuju Desa Sifnana. Sambil meninggalkan motornya. Briptu YAA yang bertugas di Satreskrim Polres KKT itu rupanya berupaya menghilangkan jejak di salon itu.


Tindak tanduk YAA ternyata dipantau oleh suaminya, sebut saja SAM. Dengan mengendarai kendaraan roda dua, SAM bersama seorang kerabat kemudian membuntuti istrinya.


Ojek yang ditumpangi Briptu YAA rupanya berhenti di salah satu kos-kosan di desa itu. Salah satu kamar di kosan ini rupanya ditempati Ipda Riski Hasnan. Hasnan adalah jebolan Akpol yang belum lama bertugas di Tanimbar. 


Sekira 30 meter dari kos-kosan, SAM berhenti dan meminta kerabatnya memantau situasi. "Lampu di kamar nomor 3 yang ditempati Ipda Riski padam, sedangkan nomor 1 dan 2 menyala," lapor kerabat SAM kepada SAM, sebagaimana laporan yang diterima media ini.


SAM kemudian mengontak salah satu rekannya untuk menghubungi anggota Propam untuk melakukan penggrebekan. 
30 menit kemudian anggota Propam tiba di lokasi bersama Kanit Paminal Polres KKT.


Bersama suaminya, mereka kemudian menggrebek kamar yang ditempati Ipda Riski. Tak lupa mereka menghidupkan kamera handphone untuk mendokumentasi peristiwa bersejarah itu.


"Setelah kami tiba di depan pintu kamar Ipda Riski dan mengetuk pintu kamar. Ipda Riski keluar dengan berbusana celana tali pendek dan baju kaos," kata sumber media ini bercerita.


"Ketika Sam bertanya 'dimana istri saya', Ipda Hasan menjawab 'saya tidak tahu.' Padahal kami melihat Ipda Hasan sudah gemetar ketakutan, " lanjutnya. 


Tak percaya dengan keterangan pelaku, tim Polres kemudian masuk ke kamar yang masih gelap. Ternyata si Polwan YAA 
sementara duduk di tempat tidur. YAA kemudian meloncat hendak melarikan diri. 


Namun upayanya gagal karena langsung disekap. Dengan kondisi panik, YAA sempat berteriak pada selingkuhannya untuk menolongnya.


"Hasnan, Hasnan tolong beta. Tapi Hasnan tidak bisa bergerak. Entah karena kecapean atau karena ketakutan," timpal sumber tadi.


Tim dari Polres KKT kemudian mendatangi TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Dua pelaku kemudian digiring ke kantor Polres setempat. 


Sayang, meski Sam, si suami sudah mengajukan laporan polisi, namun sudah 10 hari ini dugaan perselingkuhan yang dilakukan perwira pertama Polri dan sang Polwan istrinya itu belum diproses lanjut. 


"Sebagai keluarga kami kecewa dengan langkah Polres KKT yang terkesan lamban. Laporan dari sesama polisi saja begitu lamban, bagaimana dengan rakyat biasa," tutupnya. 

Kabid Humas Polda Maluku, H. Roem Ohoirat yang dikonfirmasi media ini via WA dan telepon, Sabtu (10/9) belum merespon. (dia)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai