Peringati HGN Dan HUT PGRI, Ini Pesan Terakhir  Menteri Pendidikan RI
Sarman
26 Nov 2023 23:32 WIT

Peringati HGN Dan HUT PGRI, Ini Pesan Terakhir  Menteri Pendidikan RI

AMBON,AT.--Tahun ini mungkin menjadi tahun terakhir saya merayakan Hari Guru Nasional. Hal ini membuat saya merasa sedih, karena saya pasti akan rindu bertemu dengan Ibu dan Bapak semua. Tapi di balik itu, tersimpan rasa yakin dan optimis yang sangat kuat dalam benak saya.

Hal ini di sampaikan Kepala Camat Lehitu, Sigit Djuliansah, saat memimpin Upacara Peringati Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 tahun 2023 dengan tema " Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju", di Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kota Ambon. Sabtu (25/11).

"Saya yakin bahwa Ibu dan Bapak guru sebagai nakhoda tidak mau membalikkan lagi arah dari kapal Merdeka Belajar, bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar. Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir ini", kata Nadiem Makrim.

Turur hadir dalam upacara tersebut, Kepala wilayah kecamatan leihitu (camat) ,Raja neger Hitu lama, Raja neger Hitu messeng, Raja Morella, kepala Bank BRI Unit, Kepala Bank Maluku unit Hitu, kepala korwil kecamatan leihitu yang di wakili korwas kecamatan leihitu, kepala sekolah SD, SMP TK, Paud kecamatan leihitu, Pensiunan Guru seunit hitu, Anggota DPRD Profinsi maluku, Ruslan hurasan, Kepala pemuda hitu lama, hitu messeng dan tamu undangan lainya.

Sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim yang di bacakan Gubernu Maluku, Murad Ismail menuturkan bahwa, Pada tahun pertama Merdeka Belajar kita telah menghapus Ujian Nasional (UN) dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. Kita menerapkan Asesmen Nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter pada murid.

"Kita akan meluncurkan Kurikulum Merdeka di tahun berikutnya nanti. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan. karena Kurikulum Merdeka dapat memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan itu", terangnya.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid.

"Ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka", ujarnya.

Kata dia, terobosan besar kita hadirkan dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak. Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata.

Terakhir, yang juga sangat membahagiakan adalah kita sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik.

Semua ini membuat saya percaya bahwa Hari Guru Nasional tahun ini bukanlah salam perpisahan. Sebaliknya, peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah penanda kesatuan tekad kita untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia. 

"Oleh karena itu, mari kita rayakan hari ini dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan segenenap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. Selamat Hari Guru Nasional", terangnya. (SP)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai