Peringatan Dini Gelombang Tinggi Jelang Nataru, BMKG Imbau Waspada
FaizalLestaluhu
18 Dec 2024 13:28 WIT

Peringatan Dini Gelombang Tinggi Jelang Nataru, BMKG Imbau Waspada

AMBON,AT-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Ambon kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah Maluku. 

Data BMKG menyebutkan, potensi gelombang tinggi berpeluang terjadi selama beberapa hari, terhitung sejak Selasa hingga Kamis, 16-19 Desember 2024. Potensi gelombang tinggi disebabkan terjadi siklon 91B, ( 92.63 BT dan 6.02 LU) terpantau di laut Andaman bergerak ke arah barat dan bibit siklon 96 W. (137.16. BT dan 6.74 LU) dan di Samudera Pasifik Utara Papua bergerak ke arah barat laut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. 

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut- Timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6.30 Knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian Selatan,  umumnya bergerak dari barat daya- barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di laut Natuna Utara, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Seram,  Laut Banda, Laut Arafuru, Samudera Pasifik Utara, Papua Barat hingga Papua. 

BMKT Stasiun Maritim Ambon juga mencatat, tinggi gelombang 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi wilayah Maluku meliputi  Perairan Buru, Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon dan Pulau Pulau lease,  Perairan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur,  Perairan Kepulauan Banda dan perairan Kepulauan Kei. 

Kondisi yang sama juga terjadi di perairan Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, perairan kep semata Leti dan perairan Wetar Maluku Barat Daya.

Terhadap potensi gelombang tinggi ini, BMKG mengingatkan saran keselamatan bagi kapal laut yang melakukan pelayaran terutama di wilayah Maluku. 

"Harap perhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," ujar Kepala Stasiun BMKG Maritim Ambon Ashar melalu siaran persnya di laman Grup BMKG, Selasa (17/12).

BMKG juga mengingatkan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 Knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang kecepetan angin lebih dari 16 knot, dengan potensi tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Untuk kapal Fery kecepatan angin lebih dari 21 knot, dan tinggi gelombang diatas 2,5 meter. Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/ kapal, pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," ingat Ashar menutup pembicaraan. (Wahab) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai