AMBON,AT-Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia (WI) Maluku mencurahkan unek-unek selama ini. Katanya, perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai induk cabang olahraga belum maksimal. Akibatnya, prestasi cabang- cabang olahraga (termasuk washu) di pentas nasional makin merosot dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diungkapkan Rinto Lewen, Sekretaris Pengprov WI Maluku saat bincang-bincang di Ameks Radio, kemarin.
Rinto melanjutkan, masih banyak bibit potensial yang jika serius dibina akan memunculkan para atlet waushu yang nantinya dapat membawa nama baik Maluku. Namun, pihaknya melihat saat ini Pemprov khususnya KONI tak terlalu memperhatikan pengembangan di bidang cabang olahraga, terlebih wushu. Hal tersebut didasari karena selama ini tidak ada anggan untuk pembinaan
“Jadi bagaimana mau berprestasi kalau perhatian induk olahraga minim seperti yang terjadi saat ini," keluh Rinto.
Bagi Rinto, memajukan olahraga di Maluku sangatlah penting. Meskipun berbagai ada beberapa cabor telah mengharumkan nama Maluku, namun perhatian pemerintah untuk pengembangan olahraga belum maksimal.
"Meski minim perhatian, namun kami bersyukur karena sampai detik ini, Anak-anak (atlet) masih tetap berlatih secara mandiri tanpa ada dukungan dari KONI maupun Pemprov," ungkapnya.
Rinto menuturkan, jumlah atlet Wushu di Maluku yang sudah masuk data base Pengprov Wushu ada 250 atlet.
"Ratusan atlet itu tersebar di sembilan kabupaten dan kota d Maluku," terang dia.
Rinto mengatakan, dalam tahun ini, Maluku menorehkan sejarah paling buruk di kancah nasional. Hal ini bisa dibuktikan dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang berlangsung di Palembang-Sumatera Selatan, 29 Agustus hingga 4 September 2023 lalu.
"Bayangkan saja, dari 34 provinsi yang ambil bagian di ajang nasional itu, Maluku harus bertengger pada urutan 33 daftar klasemen akhir Popnas dengan mengemas dua medali perunggu dari Cabor wushu, " jelasnya.
Rinto pun mengingatkan bahwa, tahun 2024, para duta-duta olahraga Maluku akan bertarung Pekan Olahraga Nasional (PON). Tapi, Cabor wushu masih mendapat kendala, yakni sarana dan prasarana, mulai dari home base latihan atlet, nutrisi untuk para atlit begitu juga dengan batasan kuota atlet yang dikirim ke babak kualifikasi PON karena keteketerbatasan anggaran.
"Kami minta ada perhatian serius dari Pemprov maupun KONI Maluku terkait kendala yang dihadapi cabor-cabor saat ini. Karena niat dan tujuan kami hanya satu, yaitu ingin memberikan yang terbaik untuk Maluku di setiap event nasional, termasuk PON, " ulasnya.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi baik Radio Ameks yang telah memprogramkan program Ameks Sporty. Melalui program ini kami bisa menyampaikan aspirasi dan inspirasi tentang wushu kepada publik serta dapat mensosialisasikan cabang–cabang olahraga yang bisa menjadi minat bagi pemuda Maluku, “ imbuh Rinto. (DS)
Dapatkan sekarang