AMBON,AT-Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kota Ambon masih belum maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap atlet – atletnya. Salah satu faktornya ialah masih belum memadainya sarana latihan para atlet.
Sekum Perbakin Kota Ambon, Alex Supusepa menerangkan, lapangan yang digunakan para atlet untuk menjalani latihan masih belum memenuhi standart dan masih jauh dari kata layak. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap kemampuan atlet.
“Sarana latihan ini sangat menentukan kualitas kemampuan atlet. Karena jika lapangannya tidak memenuhi standart maka kemampuan atlet juga tidak dapat maksimal,” terangnya kepada media ini, kemarin.
Alex menerangkan, meski tidak didukung oleh sarana latihan yang memadai, akan tetapi atletnya tetap mengikuti latihan dengan penuh semangat. Tujuannya agar prestasi atlet dapat lebih baik.
“Kami berharap, perbakin juga mendapat perhatian dan support dari KONI Kota Ambon maupun Pemkot setempat. Utamanya, dalam penyediaan sarpras latihan,” harap dia.
Alex pun meyakini bahwa, pak ketua dan seluruh jajaran pengurus di bawahnya punya impian yang sama, yakni Perbakin Ambon harus mempunyai lapangan tembak yang standart.
“Perbakin Kota Ambon selama ini belum memiliki lapangan menembak yang representatif, makanya atlet selalu latihan berpindah-pindah," beber Alex.
"Itulah rencananya kami secepatnya mengajukan permohonan lapangan menembak itu ke pihak terkait, baik itu ke Pemkot maupun KONI, ” sambung dia.
Lebih jauh dikatakan, kebutuhan sarana dan prasarana menembak itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Perbakin Kota Ambon di event daerah, regional maupun nasional.
“Lapangan menembak itu setidaknya akan terbagi untuk kategori target dan sasaran dalam bentuk lapangan tertutup mulai jarak 10, 25 dan 50 meter. Nanti itu digunakan untuk petembak putra dan putri mulai dari penembak youth, junior dan senior,” katanya.
Selain itu, lanjut Alex, juga untuk kategori bidang tembak reaksi yang membutuhkan lapangan terbuka hingga 23 stage, mulai jarak 25 – 50 meter. Nomor ini sudah mulai dipertandingkan menjadi nomor prestasi pada PON XX/2020 di Papua lalu.
Satu lagi, untuk kategori berburu yang membutuhkan lapangan terbuka dengan lebar 50 meter dan panjang hingga 300 meter, dan juga mulai dipertandingkan di PON Papua.
“Jika Perbakin Kota Ambon memiliki lapangan menembak yang memenuhi standar nasional bahkan internasional, maka sudah bisa menggelar kejuaraan menembak level regional, nasional bahkan internasional. Jadi, semua tergantung pengambil keputusan yang ada di kota ini, " demikian Alex. (CAL)
Dapatkan sekarang