Penyaluran Bantuan Gempa Harus Tepat Sasaran
PENYERAHAN BANTUAN:

Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar, Daniel Indey menyaksikan penyerahan bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku di Pelabuhan Saumlaki, Jumat (13/1). Bantuan tersebut diangkut dengan KM Sabuk Nusantara 72 dari Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, Selasa (10/1).

Istimewa/Ambon Ekspres
Admin
14 Jan 2023 11:57 WIT

Penyaluran Bantuan Gempa Harus Tepat Sasaran

AMBON, AT. - Bantuan Pemerintah Provinsi Maluku kepada warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) telah tiba. Pemerintah daerah setempat diingatkan menyalurkan bantuan tepat sasaran.

Bantuan yang dikirim menggunakan kapal Sabuk Nusantara 72, itu tiba  Saumlaki, Jumat (13/1). Diterima langsung oleh Penjabat Bupati
KKT Daniel E. Indey bersama jajarannya di Pelabuhan Yos Soedarso Saumlaki. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Meikyal Pontoh menjelaskan, bantuan yang dikirim ke KKT berupa 2 ton beras, 20 tenda gulung, kasur, matras, pembalut wanita dan jenis bantuan lainnya.

"Bantuan yang dikirim dari provinsi ke KKT Jumat hari ini (kemarin) sudah tiba di sana. Selanjutnya tinggal disalurkan," ujar Pontoh Kepada Ambon Ekspres, Jumat (13/1).

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Pemerintah KKT dan BPBD setempat langsung ke warga melalui camat masing-masing sesuai dengan data korban gempa.

"Kita dari provinsi hanya salurkan ke daerah. Daerah yang atur semuanya, namun tentu bantuan yang diberikan harus tepat sasaran kepada warga yang terkena dampak. Bukan sebaliknya," jelas Mantan Kadis Kesehatan Provinsi Maluku ini. 

Sementara itu, bantuan darurat untuk warga terdampak gempa di Maluku Barat Daya (MBD) akan tiba besok,  Minggu (15/1). "MBD rencananya kapal baru akan tiba pada hari Minggu nanti. KKT saja yang sudah tiba duluan," pungkasnya. 

Lambat

Penanganan pascagempa di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terkesan lambat. Pemerintah daerah tersebut masih melakukan pendataan. 

Warga MBD terdampak gempa hingga Kamis (12/1) belum mendapatkan bantuan. Padahal, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 29 rumah rusak berat dan 46 rumah rusak ringan yang menyebabkan ratusan warga mengungsi. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten MBD, Karolina Novitta Wakim mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan lapangan. Direncanakan bantuan darurat berupa sembilan bahan pokok (Sembako) baru akan disalurkan menggunakan KM Sabuk Nusantara 71, Sabtu, 14 Januari 2023 nanti. 

"Berdasarkan data-data yang telah dikirim pihak kecamatan, Pemda lewat BPBD akan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa," kata Novitta kepada Ambon Ekspres, Kamis (12/1) siang. 

Selain masalah pendataan jumlah pengungsi dan kebutuhan, lanjut Novita, akses transportasi menuju lokasi atau daerah yang terdampak gempa sangat sulit. Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang akan menghambat distribusi bantuan. 

Sementara masyarakat yang masih berada di tempat pengungsian, akui dia,  telah mendapat pelayanan kesehatan pertama. Namun, ia mengimbau masyarakat agar kembali ke rumah karena BMBK telah mencabut peringatan dii tsunami.  

“Tetapi tetap dalam keadaan waspada. Dan untuk penanganan pasca gempa itu tetap kita lakukan,”pungkasnya. (whb)

 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai