Albert : Itu Kuota yang Ditetapkan KONI
AMBON, AT–Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (Pengprov KBI ) Maluku siap menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar tahun ini. Guna menyiapkan para atlet, Pengprov juga telah menggelar seleksi. Hasilnya, ada belasan atlet terbaik yang berhasil dijaring.
”Tujuan seleksi provinsi beberapa hari lalu, adalah untuk mencari atlet terbaik wushu Maluku, " terang Albert Fenanlampir, Ketum Pengprov KBI Maluku saat berbincang-bincang dengan Ambon Terkini di Ambon, Rabu (21/6).
Sebenarnya, lanjut Albert, kualitas atlet kick boxing di Maluku sangat banyak. Ini bisa dilihat dari antusias atlet saat mengikuti seleksi beberapa hari lalu.
"Ada banyak atlet yang kami jaring, namun kuota untuk kick boxing dari KONI Maluku hanya untuk 12 atlet, maka kami akan mencari solusi untuk mengirim atlet diluar kuota yang sudah ditentukan KONI," ungkapnya.
Lebih jauh Albert menjelaskan, pada PON 2024 di Aceh-Sumut, kick boxing akan mempertandinkan puluhan kelas atau nomor.
"Dengan banyaknya kelas yang dipertandingkan, maka peluang untuk meraih tiket PON juga semakin terbuka. Namun, kuota atlet dari KONI cuma 12 orang. Hal ini yang sangat kami sesalkan, " tutur dia.
Dikatakan, atlet yang telah terjaring, sementara melakoni latihan intens dibawah arahan tim pelatih.
”Kami gerak cepat untuk bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON 2024, makanya apapun caranya kami tetap mengirim atlet yang berpeluang meraih tiket PON, " tegasnya.
Pria asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini berharap, atlet yang dikirim nanti, mampu tampil sebaik-baiknya di ajang Pra PON, minimal bisa merebut tiket PON.
"Kami tetap optimis, para petarung andalan daerah ini bisa menuju PON 2024," jelasnya.
Disinggung lawan terberat, imbuh Albert, semua daerah pasti punya keinginan yang sama untuk meloloskan atlet sebanyak-banyaknya di PON, oleh sebab itu motivasi pelatih sangat diperlukan di setiap pertandingan.
"Persaingan untuk merebut tiket PON tidaklah mudah, karena semua daerah punya target, namun kami nilai bahwa lawan terberat Maluku itu datang dari Jatim, DKI Jakarta, Papua hingga Tuan Rumah, PON (Aceh dan Sumut). Saya berharap, Anak-anak (atlet) bisa fokus saat laga resmi nanti, " tutup mantan Sekum KONI Maluku ini. (CAL)
Dapatkan sekarang