Pengaspalan di Terminal Mardika Baru 20 Persen
Proses pengaspalan di Terminal Mardika. --Enal/Ameks.
FaizalLestaluhu
24 Nov 2023 14:40 WIT

Pengaspalan di Terminal Mardika Baru 20 Persen

-Utamakan Kualitas Aspal

AMBON,AT-Dinas Perhubungan Kota Ambon, melalui konsultan perencanaan, dan pengawasan John Lucky Metubun membantah tudingan pemberitaan sejumlah media terkait pengerjaan proyek pengaspalan terminal Mardika, yang Asal-asalan. Sebab pengerjaan proyek tersebut, baru dikerjakan di terminal A2, sudah sesuai mekanisme, dengan mengutamakan kualitas dan jenis aspal.

"Jadi tudingan bahwa pengerjaan aspal itu Asal-asalan itu, dari mana? Pengerjaan sesuai mekanisme bahkan yang kita mau pengerjaan itu yang diutamakan adalah kualitas," tegas, Jhon kepada pers di Kantornya, Kamis (24/11).

Menurutnya, pengaspalan yang dilakukan di dalam terminal A2 itu, dilakukan dalam dua tahap.

"Kenapa harus packing?  packing itu justru tidak menimbulkan kualitas yang baik, sebab hanya menutupi kubangan saja, tapi yang dikerjakan di terminal A2 itu kita aspal secara keseluruhan atau lapis pertama, atau juga yang biasa disebut dengan lapis antara. Nah lapisan ini memiliki ketebalan 6 centimeter," jelasnya.

Dikatakan, usai lapisan pertama dikerjakan, barulah dilanjutkan dengan lapisan kedua atau lapisan permukaan.

"Karena dalam peraturan menteri terbaru itu, tidak lagi ada pengerjaan secara totalitas, melainkan pengerjaan harus bertahap. Spek zaman dulu adalah pondasi ditentukan oleh nilai CBRnya artinya semua dihitung sekaligus pondasinya berapa centi, aspalnya berapa centi sekaligus. Sekarang ini sudah beda MDP nomor 17 revisi 2 menegaskan bahwa tebal pondasi ditentukan pada nilai CBR ketahanan dan ketebalan aspal itu," paparnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah menghitung kualitas dan ketebalan aspal dengan jumlah kendaraan yang beraktivitas didalam kedua terminal tersebut.

"Kita juga sudah hitung sesuai dengan jumlah kendaraan yang parkir, maupun melintasi atau beraktivitas di dua terminal itu apalagi sekarang kan terminal A2 yang kita mulai karena dia mengalami kerusakan cukup parah," ujarnya.

Diakui, kualitas aspal di dalam terminal sangat diprioritaskan, sebab sudah melalui perhitungan yang matang.

"Kita sudah hitung jumlah kendaraan yang melintasi dan parkir, sehingga menentukan ketebalan aspalnya. Jadi aspal di Mardika di dalam terminal itu ada dua lapis yang pertama 6 centi yang kedua 4 centi sehingga total aspal yang ada di dalam mardika itu ketebalannya 10 cm itu sudah kami hitung dengan jumlah kendaraan yang berada di dalam terminal itu," terangnya.

Ditegaskan, pengaspalan di dalam terminal A2 saat ini baru mencapai 20 persen. Namun sementara pengerjaan pengaspalan distop karena pihaknya sedang melakukan pengujian terhadap kualitas aspal di dalam terminal tersebut.

"Jadi yang kemarin bilang bahwa aspal itu sudah 50 persen itu, tidak tepat sebab aspal yang baru dilakukan di terminal A2 itu itu baru 20 persen, belum sampai 50 persen. Kalau memang orang awam lihat itu bahwa sudah setengah dari terminal itu, padahal bukan itu baru aspal pertamanya saja itu dan itu bukan setengah tapi baru satu lapis 6 cm itu masih ada lagi satu lapis lagi," paparnya.

Diakui, aspal yang ada di dalam terminal A2 itu, bukan sudah paten.

"Baru 20 persen, dan sementara dihentikan sebab sementara lagi lakukan pengujian kualitas aspal di laboratorium pengujian aspal di Balai Jalan Nasional. Jadi mekanismenya itu aspal 6 cm dulu kemudian di uji itu mulai dari kualitas aspal, batu kecil dan besar, kemudian pasir yang dipakai semuanya, sehingga kita mau bahwa aspal yang ada di Mardika itu benar-benar berkualitas," tegasnya.

Diakui, pengerjaan pengaspalan akan dilanjutkan jika pihaknya sudah mengetahui kualitas aspal tersebut. 

"Kalau misalkan ada kerusakan, maka cukup kerusakan di 6 centi pertama ini,  sehingga kalau misalnya mau bongkar atau bongkar dari awal kerja, jangan sudah selesai baru bongkar. Kita mau aspal dalam terminal ini harus berkualitas," terangnya.

Ditambahkan, pihaknya akan melanjutkan pengerjaan pengaspalan jika hasil uji laboratorium sudah keluar.

"Batas akhir pengerjaannya sampai 31 Desember, dan itu masih ada waktu untuk diuji. Jika hasil ujinya sudah ada baru kita lanjutkan hingga selesai. Tahap pertama ini baru 20 persen, nanti dilanjutkan sampai 100 persen, setelah itu baru dimulai dengan tahap dua atau 4 centi," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan, Doddy Retob mengatakan, pengaspalan sendiri dilakukan dalam dua tahap.

"Pertama pengaspalan dalam bentuk kasar, namun sebelum itu dilakukan perbaikan atau tutupi kubangan yang ada, kemudian dimulai dengan tahap dua yakni aspal yang licin dan lebih kuat lagi. Untuk pengaspalan di terminal A2 ini memakan waktu selama sepekan, mengingat waktu kerja diatas pukul 23.00 WIT," terangnya.

Dikatakan, setelah dari terminal A2 selesai dikerjakan, barulah kemudian melakukan pengaspalan terhadap terminal A1.

"Pengaspalan terminal A1 ini juga dua tahap, dimana tahap pertama itu sifatnya masih kasar dan perbaikan kerusakan yang ada, kemudian tahap duanya aspal halus, licin dan kuat. Waktunya pengerjaan dan target selesai pengaspalan juga sepakan. Jadi untuk pengaspalan dua terminal ini ya sekitar dua pekan," paparnya.

Usai pengaspalan kedua areal dalam terminal itu, Dody mengaku, pihaknya kemudian melakukan perbaikan terhadap seluruh drainasse di kawasan terminal tersebut.

"Perbaikan drainasse atau saluran pembuangan didalam kedua terminal itu memakan waktu sekitar dua pekan, sehingga total pengerjaan pemeliharaan kawasan terminal Mardika memakan waktu sebulan lebih," tegasnya.

Retob menegaskan, tudingan yang disampaikan merupakan sebuah kekeliruan, sebab pengerjaan belum selesai.

Sebelumnya diberitakan, pengaspalan di dalam terminal Al dan A2 Mardika, Kota Ambon telah mulai dikerjakan sejak pekan lalu hingga saat ini. Proyek senilai Rp 1,7 miliar yang dikerjakan oleh CV Ralnida Jaya. (AH).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai