Pengaspalan di Kawasan Terminal Mardika Tuntas
Proses pengaspalan di Terminal Mardika akhir tuntas. --Istimewa.
FaizalLestaluhu
04 Jan 2024 14:01 WIT

Pengaspalan di Kawasan Terminal Mardika Tuntas

AMBON,AT-Pengaspalan terminal A1 dan A2 Mardika, Kota Ambon, yang dikerjakan CV Ralnida Jaya, dengan nilai Rp 1.7 miliar, selesai sebelum malam pergantian tahun kemarin.  

Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Yan Suitella mengatakan, setelah melalui proses panjang, proyek tersebut akhirnya tuntas.

"Patut untuk kita syukuri sebab pengaspalan di dalam terminal Mardika itu, selesai tepat ditanggal 31 Desember kemarin," ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota, kemarin.

Menurutnya, penyelesaian pengaspalan tersebut sedikit mengalami keterlambatan dari waktu yang telah ditentukan.

"Memang agak sedikit molor dimana target kita itu sebelum tanggal 31. Tapi yang terpenting adalah tidak lewat dari tahun 2023,"tegasnya.

Dikatakan, setelah pengaspalan tersebut usai kini baik angkutan kota maupun warga sudah bisa beraktivitas dengan baik didalam kedua terminal tersebut.
"Ini sudah bagian dari pelayanan kami (pemerintah), kepada masyarakat,"tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Ambon, melalui konsultan perencanaan, dan pengawasan John Lucky Metubun membantah tudingan pemberitaan sejumlah media terkait pengerjaan proyek pengaspalan terminal Mardika, asal-asalan. Sebab pengerjaan proyek tersebut, baru dikerjakan diterminal A2, sudah sesuai mekanisme, dengan mengutamakan kualitas dan jenis aspal.

"Jadi tudingan bahwa pengerjaan aspal itu asal-asalan itu, dari mana ? Pengerjaan sesuai mekanisme bahkan yang kita mau pengerjaan itu yang diutamakan adalah kualitas,"kata dia, kepada wartawan di kantornya akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pengaspalan yang dilakukan didalam terminal A2 itu, dilakukan dalam dua tahap.

"Kenapa harus packing ?  packing itu justru tidak meninbulkan kualitas yang baik, sebab hanya menutupi kubangan saja, tapi yang dikerjakan di terminal A2 itu kita aspal secara keseluruhan atau lapis pertama, atau juga yang biasa disebut dengan lapis antara. Nah lapisan ini memiliki ketebalan 6 centimeter,"jelasnya.

Dikatakan, usai lapisan pertama dikerjakan, barulah dilanjutkan dengan lapisan kedua atau lapisan permukaan.

"Karena dalam Peraturan menteri terbaru itu, tidak lagi ada pengerjaan secara totalitas, melainkan pengerjaan harus bertahap. Spek zaman dulu adalah pondasi ditentukan oleh nilai cbrnya  lartinya semua dihitung sekaligus pondasinya berapa centi, aspalnya berapa centi sekaligus. Sekarang ini sudah beda MDP nomor 17 revisi 2 menegaskan bahwa tebal pondasi ditentukan pada nilai CBR ketahanan dan ketebalan aspal itu,"paparnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah menghitung kualitas dan ketebalan aspal dengan jumlah kendaraan yang beraktivitas didalam kedua terminal tersebut.

"Kita juga sudah hitung sesuai dengan jumlah kendaraan yang parkir, maupun melintasi atau beraktivitas di dua terminal itu apalagi sekarang kan terminal A2 yang kita mulai karena dia mengalami kerusakan cukup parah,"ujarnya.

Diakui, kualitas aspal didalam terminal sangat diprioritaskan, sebab sudah melalui perhitungan yang matang.

"Kita sudah hitung jumlah kendaraan yang melintasi dan parkir, sehingga menentukan ketebalan aspalnya. Jadi aspal di Mardika di dalam terminal itu ada dua lapis yang pertama 6 centi yang kedua 4 centi sehingga total aspal yang ada di dalam mardika itu ketebalannya 10 centi itu sudah kami hitung dengan jumlah kendaraan yang berada di dalam terminal itu," pungkasnya. (HA) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai