AMBON,AT-Jumlah penduduk miskin di Maluku kembali bertambah tahun ini, meski dalam empat tahun terakhir trendnya menurun. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta bekerja lebih keras lagi untuk menekan inflasi dan kemiskinan.
Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Maluku, Hadi Basalamah mengakatakan, kemiskinan di Maluku pada 2023 per Maret lalu sedikit mengalami kenaikan.
“Terkait kemiskinan Maluku di tahun 2023 posisi Maret, sedikit mengalami kenaikan 0,18 persen atau setara dengan 4.009 orang, dan hampir 60 persen bertumpuk di desa. Kendati mengalami sedikit kenaikan 0,18 persen, tapi sebagaimana diketahui kemiskinan di Maluku, kalau dilihat dari trendnya mulai dari 2019-2023 itu secara struktural turun,”kata Hadi melalui rilisnya yang diterima media, Minggu (12/11) kemarin.
Oleh karena itu, Basalamah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) meluncurkan program satu Organisasi Peringkat Daerah (OPD) satu desa binaan, namun hal itu tidak cukup dalam skala dan porsi pemerintahan yang baik. Maka dari itu, lanjut Hadi, harus turut melibatkan sektor privat dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Atas nama negara kita sama-sama kerjakaan ini,”ujarnya.
Basalamah menuturkan, semua pihak bisa satu pandangan dan cara berpikir untuk menyelesaikan program-program dengan indikator-indikator kunci. Hal tersebut penting, karena menjadi diskresi utama dari tingkat pusat sampai daerah, dan isu yang paling aktual saat ini.
“Hampir setiap minggu Gubernur meminta progres, baik dari TPID, kemiskinan, inovasi, agar bisa mengimprove, dan pendekatan kerja tidak lagi berbasis birokrasi, karena menyelesaikan inflasi harus kerja lapangan,” tutupnya.
Diketahui, data yang disebutan Ketua TGPP Maluku berbeda dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku. Data BPS per Juli tahun ini, persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 16,42 persen, naik 0,19 persen poin terhadap September 2022 dan naik 0,45 persen poin terhadap Maret 2022. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 301,61 ribu orang, naik 4,95 ribu orang terhadap September 2022 dan naik 11,04 ribu orang terhadap Maret 2022.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2022 sebesar 5,90 persen, turun menjadi 5,49 persen pada Maret 2023. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2022 sebesar 24,54 persen, naik menjadi 24,64 persen pada Maret 2023.
Dibanding September 2022, jumlah penduduk miskin Maret 2023 perkotaan turun sebanyak 4,75 ribu orang (dari 48,08 ribu orang pada September 2022 menjadi 43,33 ribu orang pada Maret 2023).
Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan naik sebanyak 9,71 ribu orang (dari 248,57 ribu orang pada September 2022 menjadi 258,28 ribu orang pada Maret 2023).
Garis Kemiskinan pada Maret 2023 tercatat sebesar Rp 684.020,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 502.215,- (73,42 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 181.805,- (26,58 persen).
Pada Maret 2023, secara rata-rata rumah tangga miskin di Maluku memiliki 6,16 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 4.213.563,-/rumah tangga miskin/bulan.(Nal)
Dapatkan sekarang