JAYAPURA, AT.--Pendeta Alberth Yoku, seorang tokoh agama di Sinode GKI Sentani Papua, angkat bicara terkait mangkirnya Gubernur Lukas Enembe dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu atas dugaan kasus korupsi.
"Siapa pun kita dari agama mana pun, seperti agama Kristen Protestan yang dianut oleh Gubernur Lukas Enembe kita diajarkan untuk takut pada Tuhan dalam menjalankan tanggung jawab dalam melayani masyarakat umum. Hal ini kita wujudkan janji sumpah jabatan berdasarkan agama apa, baik Islam, Hindu, Kristen atau agama lainnya, tiap-tiap orang diambil sumpah jabatan di atas kitab suci itu berarti ada tangan Tuhan ikut menduduki sumpah jabatan tersebut,”kata Alberth Yoku lewat rilis yang diterima Ambonterkini.id, Rabu (28/9).
Selain itu, kata Alberth, Tuhan pasti mengetahui apa yang dilakukan manusia dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Di sisi lain, sebagai pemimpin warga negara, harus patuh pada peraturan dan perundangan yang berlaku di dalam pemerintahan berbangsa dan bernegara.
“Jadi hal yang telah terjadi pada gubernur Papua saat ini, baik Bupati, Walikota di Papua dan di seluruh Indonesia harusnya mau bertanggung jawab akan apa yang telah ia perbuat, memenuhi panggilan KPK, mengikuti koridor hukum yang berlaku dan sebagai seorang pejabat publik harus bersikap pro aktif dan bertanggung jawab atas perbuatan uang telah di lakukan," tegasnya.
Sikap pro aktif dan kerja sama dengan pihak penegak hukum adalah langkah menyelesaian masalah. Hukum juga menjadi jalan pembuktian bahwa tuduhan yang sudah diketahui publik adalah tidak benar.
"Kalau pun benar, menurut Alberth, konsekuensinya juga harus dijalankan sebagai sikap bijak menjalankan tanggung jawab. “Membuktikan diri di ruang pengadilan adalah pembuktian dari tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan,” lanjutnya.
Pendeta Alberth Yoku pun menambahkan, hukum akan menempatkan siapa saja dalam posisi benar dan salah. Olehnya itu, tidak ada salahnya Gubernur Papua Lukas Enembe maju dengan berani, menyatakan kebenaran dan kejujuran atas nama Tuhan.
"Hukum adalah panglima bagi setiap manusia. Majulah gubernurku, agar hukum dapat terlaksana dengan baik dan benar," tutupnya. (erm)
Dapatkan sekarang