Pemuda Negeri Sepa Dorong Pelestarian Bahasa Lewat
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Arifin Ely saat berikan pengarahan. Selasa (23/12). Jen/Ambonterkini.id.
AdminRedaksi
23 Dec 2025 14:18 WIT

Pemuda Negeri Sepa Dorong Pelestarian Bahasa Lewat

MASOHI, AT. – Dalam upaya memperkuat pelestarian adat istiadat dan bahasa daerah, Ashabul Kahfi Zero Seven Community menggelar seminar dan lokakarya adat dan budaya (bahasa) bertajuk Palamanae Atati di Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 24 Maluku Tengah, Selasa (23/12). Seminar dan lokakarya tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Arifin Ely, Anggota DPRD Maluku Tengah, Mustakim Tihurua, Ketua dan Sekretaris Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Sepa (PB-IPMAS), tokoh masyarakat, perwakilan dewan guru, serta undangan lainnya.

Ketua Panitia kegiatan, A. Latif Sya’bani Tihurua, menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama, khususnya generasi muda sebagai pewaris nilai-nilai budaya lokal. Ia mengingatkan, tanpa upaya serius dan berkelanjutan, bahasa daerah terancam punah.

“Kalau tidak kita rawat dari sekarang, besok lusa bahasa ini akan hilang. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bahasa adalah identitas kita sebagai orang Sepa,” ujar Tihurua.

Sekretaris Negeri Sepa, M. R. Sopalatu, turut mengapresiasi inisiatif pemuda yang menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran budaya di tengah masyarakat. Menurutnya, peran pemuda sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan adat istiadat dan bahasa daerah.

"Pemuda bukan sekadar penerus, tetapi penjaga ingatan kolektif negeri. Jika ruang-ruang belajar budaya tidak diciptakan hari ini, maka kita sedang membiarkan identitas kita perlahan memudar," tegas Sopalatu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Arifin Ely, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah yang sangat positif dan jarang ditemui.

"Ini merupakan langkah yang sangat baik, karena jarang sekali kegiatan pelestarian budaya dan bahasa daerah didorong langsung oleh pemuda negeri," kata Arifin.

Ia menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah dalam memperkuat identitas budaya lokal melalui jalur pendidikan. Bahkan, Negeri Sepa disebut sebagai daerah ketiga di Maluku Tengah yang aktif mendorong pelestarian bahasa dan budaya berbasis komunitas.

Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan bahwa saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah tengah mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kurikulum muatan lokal guna mendukung pelestarian budaya dan bahasa daerah di satuan pendidikan.

"Kami juga berinisiatif mengusulkan Negeri Sepa menjadi daerah pertama di Pulau Seram yang diajukan ke Balai Budaya Maluku, sebagai bagian dari penguatan pelestarian adat dan bahasa daerah," jelasnya.

Melalui seminar dan lokakarya Palamanae Atati ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga, menggunakan, dan mewariskan bahasa serta adat istiadat Negeri Sepa sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri budaya Maluku Tengah. (Jen). 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai