Pemprov Janji Perhatikan Atlet Berprestasi di PON Aceh-Sumut
Sandi Wattimena, Kadispora Maluku--Faiz
FaizalLestaluhu
08 Jun 2023 14:41 WIT

Pemprov Janji Perhatikan Atlet Berprestasi di PON Aceh-Sumut

AMBON,AT-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, memastikan tidak akan menutup mata bagi atlet yang beprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Aceh-Sumut, Tahun 2024 mendatang.


"Yang jelas Pemprov Maluku tidak akan menutup mata bagi atlet yang berprestasi di PON nanti. Kesejahteraan dan masa depan mereka pasti diperhatikan," ungkap Sandi Wattimena, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku kepada Ambon Terkini di Ambon, Kamis (8/6).

Wattimena melanjutkan, PON ke-XX yang di Papua yang digelar tahun lalu, ada 37 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Maluku meloloskan 14 Cabor. Mudah-mudahan cabor yang lolos di PON Sumut-Aceh bisa bertambah lagi.

"Intinya, para duta olahraga Maluku harus siap bertarung di event olahraga empat tahunan itu," tegasnya.

Sebelum PON, kata dia, seluruh atlet harus disiapkan lebih dini sebelum ajang berskala nasional itu diputar.

"Jadi atlet Maluku harus berusaha semaksimal mungkin paling tidak mereka bisa berbicara di PON," kunci Wattimena.

Dibagian lain, Heygel Tengens, Pengamat Olahraga Maluku menegaskan, intensif bagi atlet-atlet berprestasi sangat berharga. Dengan insentif, rantai lahirnya atlet tidak putus, dan bibit muda terus bermunculan. 

"Selama tidak ada insentif dari pemerintah, seseorang akan berpikir ulang, bahkan tidak bisa fokus menjadi atlet. Selama ini, pemerintah hanya mampu menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali dan pelatih. Selebihnya, insentif bagi pemerintah masih minim," nilai dia.

Menurut mantan pelatih sepakbola PPLP Maluku, prestasi Maluku di kancah nasional dalam beberapa tahun terakhir kian menurun karena faktor insentif atau kesejahteraan yang kurang diperhatikan.

"Atlet berprestasi jangan diberikan bonus ala kadarnya, namun yang berkepanjangan dan rutin," tutur dia.

Heygel pun meminta agar pemerintah memberikan insentif dan bonus kepada atlet yang telah mendapatkan medali di PON.

"Mereka sudah berlatih bertahun-tahun dan jika meraih medali di PON, maka kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan," katanya.

Kata Heygel, perhatian kepada atlet berprestasi sebagai bentuk penghargaan kepada atlet berprestasi dan perhatian tersebut bisa dalam bentuk bonus, bisa juga diangkat sebagai pegawai.

"Perhatian itu untuk memacu agar para atlet meraih prestasi. Apalagi persaingan di PON cukup ketat, makanya bonus maupun kesejahteraan para atlet ini harus diperhatikan. Bukan itu saja, tanpa persiapan dan kerja keras yang matang, tentu prestasi tertinggi sulit didapat," ucapnya.

Heygel menambahkan, jangan hanya memberikan target medali emas, perak atau perunggu, tapi tidak dibarengi dengan kesejahteraan para atlet.

"Kami selalu berharap, apa yang telah dijanjikan pemerintah untuk memperhatikan atlet berprestasi bisa terealisasi, karena memang kesejahteraan atlet itu tanggung jawab pemerintah," tutup Heygel.(CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai