AMBON,AT-Setelah dikritik oleh ratusan sopir Angkutan Kota (Angkot), Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas PUPR langsung bergerak cepat dengan memperbaiki infrastruktur jalan rusak di kawasan Kebun Cengkeh, Sirimau, Kota Ambon, kemarin siang.
Kadis PUPR Kota Ambon, Melianus Latuihamallo mengatakan, pihaknya telah memperbaiki ruas jalan tersebut.
"Memang kita belum perbaiki secara permanen, namun yang kita perbaiki adalah spot yang rusak di depan kantor balai Konservasi Hutan di Kebun Cengkeh itu," terang Latuihamallo kepada media ini di kantornya, Selasa (3/9).
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan itu dengan menggunakan aspal.
"Kita tambal sulam, dengan menggunakan aspal. Kegiatan perbaikan jalan ini memakan waktu sekitar satu jam lebih," jelasnya.
Dikatakan, saat perbaikan kerusakan jalan tersebut sempat terjadi kemacetan diruas jalan tersebut. Namun tidak berlangsung lama.
"Kita memilih melakukan siang hari karena cuacanya panas dan cerah, kalau di malam hari kita takut jangan sampai terjadi hujan, " bebernya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap seluruh kerusakan yang ada diruas jalan tersebut.
"Memang nanti kita perbaiki seluruhnya, namun untuk hari ini (kemarin) kita perbaiki dulu kerusakan itu. Saat ini warga sudah bisa lewati dan tidak perlu khawatir lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan sopir angkot mengkritisi pemerintah terkait kerusakan jalan dikawasan kebun cengkeh. Kerusakan jalan tersebut sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Warga dan para pengendara sudah sering mengalami kecelakaan lalu lintas, namun jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Padahal ruas jalan tersebut merupakan jalan Kota Ambon.
Warga terutama para sopir angkot, akhirnya melakukan protes dengan kerusakan jalan tersebut. Mereka menanami anak pohon pisang dilokasi kerusakan jalan, sebagai bentuk proses terhadap Pemerintah Kota Ambon.
Ketua komunitas Gerakan Sopir Angkot Merdeka (Gersan) Ambon, Jainald Uar mengatakan, masalah jalan rusak sudah beberapa kali disuarakan oleh sopir-sopir angkot, namun tak ada respon dari pihak pemerintah.
“Saya sebagai salah satu sopir angkot, saya melihat persoalan ini sudah satu tahun disuarakan tapi pemerintah pura-pura diam sehingga saya dengan teman-teman sepakat untuk menanam Pohon pisang di jalan,” katanya.
Dikatakan, aksi protes yang dilakukan itu merupakan kesepakatan dari seluruh sopir angkot kedua trayek tersebut.
“Kita sudah sepakati untuk menggelar aksi ini, untuk itu saya sebagai Ketua umum saya rasa ini baru awal nanti ada aksi-aksi selanjutnya lagi. Aksi yang kami gelar ini dimulai dari jam 10.00 WIT, sampai 14.00 WIT, kalau pemerintah tidak respon berarti kita akan melanjutkan ke kantor DPRD dan kantor Wali Kota Ambon dan dinas terkait,” pungkasnya. (AH)
Dapatkan sekarang