BULA,AT-Dinas Perhubungan,kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berhasil koordinasi dengan perusahaan pelayaran Swasta untuk menambah rute kapal Cantika Lestari 6E layari kecamatan Kilmury dan Werinama.
Langka ini diambil Pemkab SBT dalam upaya mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah.
Kepala dinas Perhubungan SBT,Murad Wokas menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan salah satu perusahaan kapal swasta untuk menambah rute kapal Cantika lestari 6E melayani arus mudik rute Kilmury dan Werinama.
"Kapalnya rute dari Ambon tnggal 13,tiba di kota Bula. Terus lanjut ke Geser,Gorom,Kesui dan Teor. Nanti kembali lagi sampai ke Geser dan kami minta melewati Selatan ke Kilmury,Bemo dan Ambon,"ungkap Murad kepada wartawan, Selasa(10/3/2026).
Murad mengatakan,dengan penambahan rute kapal Cantika Lestari 6E bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam melakukan mudik lebaran bersama keluarga.
"Harga tiketnya pertama dari Bula-Werinama itu 300 ribu. Namun kami meminta bisa menurunkan harga tiket. Dari komunikasi kami maka tiket yang tadi 300 ribu diturunkan jadi 265 ribu sudah termasuk asuransi. Sedangkan Kilmury 165 ribu,"ungkapnya.
Dirinya pun menghimbau kepada masyarakat yang akan melakukan mudik, untuk tetap mengedapankan keselamatan apalagi memasuki cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini.
"Gunakanlah moda transportasi yang aman dan nyaman,"imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya,Pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur(SBT),melalui dinas Perhubungan setempat melakukan koordinasi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia(Pelni) meminta adanya kapal layari rute Kilmury-Bemo di kecamatan Werinama.
Hal Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah,lantaran kapal sebelumnya yang melayari rute itu masih dalam proses doking.
Kepala dinas Perhubungan SBT, Murad Wokas menjelaskan, permintaan penambahan rute kapal Sabuk 106 ini sebagai langkah antisipatif arus mudik lebaran sehingga bisa menjangkau kecamatan Kilmury,Werinama juga Siwalalat.
Sebelumnya kapal yang layari rute tersebut yaitu Sabuk nusantara 80. Namun, hampir 1 tahun kapal tersebut mengalami kerusakan mesin.
"Sekarang kapal sabuk 80 sudah selesai diperbaiki, namun pihak Pelni meminta untuk Doking dulu pembersihan bodi. Setelah koordinasi dengan perhubungan provinsi, itu sekitar 14 hari di doking,"ungkap Wokas kepada wartawan,Rabu(4/3).
Wokas menambahkan, bahwa hari ini surat yang dilayangkan oleh pemerintah daerah sudah diteruskan oleh dinas perhubungan provinsi Maluku ke pusat.(JU).
Dapatkan sekarang