NAMROLE,AT- Kabupaten Buru Selatan dalam Tahun Anggaran 2023 ini mendapatkan jatah beras miskin ( Raskin) sebanyak 5 ton. Jumlah ini tidak mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Tahun 2022 lalu yang juga sebanyak 5 Ton. Raskin ini akan dipasok oleh Badan Urusan Logistik ( Bulog) Maluku yang selanjutnya akan di distribusikan Dinas Ketahanan Pangan kepada masyarakat miskin.
Pembagian Raskin kepada masyarakat penerima manfaat yang berhak menerimanya akan dilakukan paling lambat bulan Juni dan Juli 2023 mendatang.
" Untuk Raskin dalam Tahun 2023 Buru Selatan dijatahi 5 ton. Jumlah ini sama dengan tahun sebelumnya," beber Pelaksana Tugas ( Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru Selatan, Salim Bachta saat di temui pers di ruang kerjanya, Rabu (12/4).
Sebelum pembagian Raskin, lanjut Salim, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua kepala desa dalam wilayah kabupaten ini. Hal ini untuk mendapatkan data yang autentik dan valid terkait masyarakat yang berhak menerima bantuan Raskin dimaksud.
"Memang kita punya data ada. Namun, kita harus kros cek kembali dengan pihak desa. Jangan sampai ada keluarga atau masyarakat yang dalam penyalurannya tidak mendapatkan sementara dari kelayakan harus menerimanya," katanya.
Terkait hal ini, Salim berharap kepada seluruh kepala desa maupun pejabat kepala desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kepala Madan, Leksula, Fena Fafan, Namrole, Waesama dan Ambalau, untuk menyiapkan data masyarakat yang berhak menerima Raskin, sehingga ketika penyaluran dilakukan tidak menimbulkan persolan di lapangan.
"Harapannya, semua kepala desa maupun pejabat kepala desa agar nantinya dapat menyiapkan data masyarakat yang berhak menerima sehingga saat penyalurannya tidak ada masalah," harap Salim.
Terkait dengan masalah pangan, Salim mengaku, pihaknya terus berupaya agar ketersediaan pangan di kabupaten ini tetap ada dan tersedia.
"Kabupaten Buru Selatan ini memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa terutama di bidang pertanian. Artinya, untuk hasil -hasil pertanian terutama pangan lokal itu tidak ada masalah. Semua tersedia baik itu sagu, ubi jalar ( Petatas) ubi kayu (singkong) , pisang hingga keladi, termasuk beras. Semuanya masih tersedia," demikian Salim.( ESI)
Dapatkan sekarang