NAMROLE,AT-Penjabat Sementara ( Pjs) Bupati Buru Selatan Husen menegaskan, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akan terus berupaya menjamin agar angka indeks kesehatan masyarakat di daerah ini senantiasa baik, sesuai dengan visi kita untuk mewujudkan Kabupaten Buru Selatan maju dan sejahtera dengan menjamin, tersedianya infrastruktur dasar kesehatan masyarakat termasuk promosi kesehatan seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(GERMAS). Hal ini disampaikan Husen dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Sekertaris Daerah ( Sekda) Buru Selatan Ruslan Makatita saat membuka kegiatan Sosialisasi Upaya Pencegahan Wtanting pada kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kabupaten Buru Selatan Rabu (23/10) kemarin.
Husen yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Maluku ini menjelaskan, kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)tingkat Kabupaten Buru Selatan dan kecamatan se-Kabupaten Buru Selatan, merujuk dari peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 bahwa, percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara holistik, integartif dan berkualitas. Koordinasi sinergi dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten kota,pemerintah desa, dan pemangku kebijakan kita memilih tim percepatan
"Penurunan stunting Kabupaten Buru Selatan yang telah bekerja keras dengan tiap elemen masyarakat untuk menurunkan preferensi stanting, 2023 lalu bumi Lolik Lalin Fedak Fena telah menurunkan stanting sebesar 35,3%. Namun kita masih menjadi daerah dengan angka stanting tinggi kedua di maluku setelah kabupaten Aru. Diharapkan pula dengan gerakan masyarakat hidup sehat ini bisa makin menekan angka stanting di kabupaten tercinta ini,"ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, sebut Husen, terus berupaya menjamin agar angka indeks kesehatan masyarakat di daerah ini senantiasa baik sesuai dengan visi kita untuk mewujudkan Kabupaten Buru Selatan maju dan sejahtera dengan menjamin Tersedianya infrastruktur dasar kesehatan masyarakat termasuk promosi kesehatan seperti gerakan masyarakat hidup sehat(GERMAS).
"Karena kami yakin apabila kita timpak dalam mempromosikan kesehatan dan penanggulangan penyakit di daerah ini maka akan berkorelasi negatif dengan kemajuan pembangunan. Karena tanpa kesehatan maka ekonomi,sosial ,budaya menjadi bermasalah maknanya. Dengan adanya gerakan ini kami berharap semoga masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan adalah sesuatu yang penting karena manfaat sehat tidak hanya bisa dinikmati sekarang akan tetapi juga dapat dinikmati oleh anak cucu kita nanti," harapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny Nita Sadali Lie mengatakan, Stanting atau kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat, karena kurangnya asupan gizi yang baik sejak dini, merupakan masalah kesehatan yang serius.
"Stunting bukan hanya berdampak pada tingkat badan anak tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif kecerdasan dan kualitas hidup anak di masa depan," ungkapnya.
Provinsi Maluku sendiri kata Sadali masih berjuang untuk menurunkan angka stanting. Berdasarkan hasil data Survei Status Gizi Indonesia ( SSGI) tahun 2022 menunjukkan bervalensi stanting di Maluku sebesar 26,1% dan berdasarkan hasil data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 stanting mengalami kenaikan sebanyak 2,3% menjadi 28,4%.
"Untuk Kabupaten Buru Selatan perlu perhatian khusus karena angka stanting pada Tahun 2022 tertinggi di Maluku yaitu 41,6% walaupun di tahun 2023 sudah mengalami penurunan sebanyak 6,1% menjadi 35,5% tetapi Kabupaten Buru Selatan masih menempati urutan kedua setelah Kabupaten Kepulauan Aru," ingatnya.
Tim penggerak PKK bersama-sama dengan tim percepatan penurunan stanting lanjut Sadali perlu memperhatikan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatannya secara rutin di Puskesmas maupun di posyandu juga anak-anak balita harus dibawa ke Posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya dan mendapat imunisasi dasar lengkap.
"Masalah stanting begitu Kompleks sehingga membutuhkan kerjasama dengan semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama di Maluku. Masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini dan masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan faktor-faktor tersebut juga mempengaruhi adil penyebab tingginya angka samping di Maluku. Kita harus sadar bahwa anak yang sehat lahir dari ibu yang sehat," sebutnya .
Oleh karena itu, lanjut Sadali, remaja putri perlu dipersiapkan menjadi calon ibu yang sehat agar kelak melahirkan anak-anak yang sehat remaja putra juga dianjurkan minum tablet tambah darah satu kali seminggu
"Data Kementerian Kesehatan tahun 2023 remaja putri yang minum tablet tambah darah secara teratur di Provinsi Maluku masih sangat rendah yaitu sebesar 22,20% . Kami harapkan ada kerjasama antara Puskesmas dan institusi pendidikan di tingkat SMP maupun SMA untuk minum tablet tambah darah secara serentak seminggu sekali di sekolah demikian pula dengan Ibu Hamil agar tidak menderita anemia ibu hamil harus makan makanan yang bergizi dan minum tablet tambah darah paling kurang 90 tablet selama kehamilannya. Karena jika seorang ibu hamil mengalami anemia maka anak yang dikandungnya beresiko lahir stanting, "ingatnya. (Edy)
Dapatkan sekarang