Pembongkaran Lapak di Terminal Mardika Ditunda
Suasana PKL saat berjualan di dalam terminal Mardika. --Istimewa.
FaizalLestaluhu
27 Jun 2024 10:03 WIT

Pembongkaran Lapak di Terminal Mardika Ditunda

AMBON,AT-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menunda rencana pembongkaran lapak di dalam Terminal A1 dan A2 Mardika. Desakan dari para pedagang jadi bahan pertimbangan.

Sebelumnya pada Jumat 14 Juni 2024 lalu, ratusan pedagang terminal datang di DPRD Kota Ambon, untuk menolak rencana pembongkaran lapak-lapaknya.
Mereka meminta agar Pemkot Ambon tidak asal main gusur tanpa memberikan solusi. Para pedagang siap mengosongkan terminal asalkan disiapkan tempat relokasi yang representatif.

Namun sepertinya apa yang diharapkan oleh para pedagang telah tercapai, setelah perwakilan pedagang beraudiens dengan Penjabat Walikota Ambon, Dominggus Kaya.

*Kita sudah ketemu dengan Pj Walikota Ambon, dan mendiskusikan semuanya, alhamdulillah Pak Pj Walikota orangnya sangat paham situasi dan kondisi pedagang di pasar," jelas Ketua Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA), Alham Valeo, Rabu (26/6) kemarin.

Menurut Alham, pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan Pj Walikota yang mendengar masukan pedagang, bahwa omset terbesar perputaran ekonomi pasar Mardika ada di terminal A1 dan A2.

Dijelaskannya, bila lapak di dalam terminal dibersihkan secara tiba-tiba, pasti menimbulkan kontraksi ekonomi pasar yang semakin hebat dan sulit dipulihkan.

"Belum lagi saat ini pedagang apung satu,dua dan tiga masih telantar akibat penggusuran yang tidak efektif karena mereka tidak punya tempat dalam gedung baru," jelasnya.

Bila pedagang di terminal mengalami nasib yang sama dengan pedagang pasar Apung, Alham mengaku, putaran ekonomi pasar Mardika ke depan dipastikan semakin terpuruk.

Pasalnya, pedagang sebagai ujung tombak penggerak ekonomi semakin merugi akibat dagangannya di obrak-abrik tanpa solusi, maka tentu akan brdampak masif terhadap semua sektor okonomi kecil menengah mulai dari sopir angkot, ojek, serta buruh pikul.

"Dampak yang dihasilkan adalah, barang semakin mahal karena hilangnya tempat penampungan barang pedagang, dan pastinya perekonomian Kota Ambon akan lemah," paparnya.

Menurut Alham, para pedagang di terminal tidak mengganggu lalu lintas angkutan kota karena hanya berjualan di pinggir terminal. Yang perlu ditertibkan mestinya adalah pedagang di tengah terminal yang mengganggu aktivitas angkot.

"Semuanya telah kita sampaikan ke Pak Pj Walikoya. Dan ternyata Pj walikota sangat memahami dinamika pasar dan dengan segala pertimbangan dimaksud beliau memberikan kebijakan bagi pedagang tetap berjualan sementara" ungkapnya.

Alham menambahkan, kebijakan tersebut diberikan dengan catatan Pj wali kota meminta secara tegas bagi seluruh pedagang agar tertib menata jualan dengan rapi, tidak boleh semrawut dan mematuhi aturan yang suda ditetapkan pemerintah.

"Itu semua sambil mencari solusi terbaik ke depan, karena terminal memang tidak boleh ditempati oleh pedagang untuk berjualan," pungkasnya.(Nal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai