Pele Meti di Desa Walapia, Wael: Ini Tradisi Yang Harus Dijaga Demi Lestarikan Laut
FaizalLestaluhu
09 Aug 2025 21:41 WIT

Pele Meti di Desa Walapia, Wael: Ini Tradisi Yang Harus Dijaga Demi Lestarikan Laut

Pele Meti di Desa Walapia, Wael: Ini Tradisi Yang Harus Dijaga Demi Lestarikan Laut

AMBON,AT—Acara Pele Meti di Desa Walapia, Regentschap Kayeli, Kecamatan Teluk Kaiely Kabupaten Buru yang digelar pada 26 Juli 2025, berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif masyarakat. 

Kepala Persekutuan Hukum Adat Regentschap Kayeli, Ibrahim Wael, mengaku sangat bersyukur karena tradisi tersebut merupakan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan dengan baik.

“Acara Pele Meti ini membangun kesadaran generasi kita terhadap nilai-nilai ekonomis bagi seluruh masyarakat. Terumbu karang adalah tempat berkembang biak biota laut yang memiliki nilai ekspor yang harus dijaga,” ujar Wael kepada awak media, Sabtu (09/08/25).

Wael, yang juga menjabat sebagai Raja Regentschap Kayeli, mengimbau para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh muda-mudi untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa masing-masing dalam mengaktifkan kembali hukum Sasi. 

Menurutnya, penerapan hukum adat ini penting untuk menjaga dan melindungi hutan maupun pantai, sehingga seluruh biota yang ada di laut dan sungai dapat terlindungi demi kepentingan ekonomi rakyat Regentschap Kayeli.

Ia mengajak hukum sasi laut maupun darat perlu dilakukan sebagai bentuk kegiatan kearifan lokal yang harus dijaga.

"Saya mengajak semua pihak terutama para tokoh adat, masyarakat mari kita terus mengaktifkan kembali hukum Sasi. Ini penting demi menjaga dan melindungi hutan maupun laut demi anak cucu kita ke depan," ungkapnya. (Wahab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai