AMBON, AT-Ratusan warga Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, memblokade jalan di desa tersebut sebagai bentuk protes atas lambatnya pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi terhadap salah satu warga Tulehu di Desa Tial, Senin (31/4) lalu.
Warga kesal karena pelaku pembunuhan terhadap warga Tulehu, RO, belum juga ditangkap hingga detik ini.
Pantauan media ini di lapangan, aksi blokade jalan raya itu tepat di pertigaan jalan Tugu Pelor dan dimulai sekira pukul 21.00 WIT malam.

Warga menduduki ruas jalan dengan memarkir kendaraan roda dua hingga memblokir jalan dengan potongan kayu sambil berorasi. Massa juga membakar ban bekas di ruas jalan raya.
Akibat blokade ini, seluruh akses jalan menuju Kota Ambon dan menuju Kabupaten SBB lumpuh. Antrian kendaraan cukup panjang. Pengendara terlihat berebut ingin keluar dari titik tersebut setelah terjebak macet. Namun, upaya kendaraan untuk menghindari kemacetan menjadi sangat sulit. Terlebih titik tersebut menjadi satu-satunya akses utama menuju daerah lain hingga menyebabkan kemacetan.
Beberapa warga menilai bahwa, pihak kepolisian sangat lamban dalam menangani kasus ini.
"Bayangkan saja, sudah hampir dua minggu pelaku pembunuhan belum ditangkap. Pihak berwajib terkesan lamban dalam menangani kasus ini," ungkap warga di sela-sela aksi protes, Jumat (11/4).
Mereka menginginkan agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan.
"Kami punya permintaan hanya satu, yakni segera tangkap pelaku pembunuhan, itu saja, " tutup mereka.
Sementara itu, Urian Ohorella, Raja Negeri Tulehu mengatakan, berbagai upaya dari pemerintah negeri untuk mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini telah dilakukan.
"Dari komunikasi saya dengan pihak berwajib bahwa kasus tersebut menjadi atensi pihak kepolisian. Karena itu, warga harus bersabar sembari menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Saya tidak akan tinggal diam dalam kasus ini," tegas Ohorella di hadapan ratusan warga.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Salahutu dan dibantu TNI yang turun ke lokasi aksi terlihat melakukan mediasi dengan warga dan akses jalan utama yang sempat ditutup akhirnya dibuka sekira pukul 10.30 WIT. (Cal)
Dapatkan sekarang