Pedagang di Gedung Putih Diduga Ditentukan 'Orda'
Pedagang saat melakukan protes di Kantor Disperindag Provinsi, kemarin. --Istimewa.
Pedagang di Gedung Putih Diduga Ditentukan 'Orda'
FaizalLestaluhu
21 Dec 2023 09:00 WIT

Pedagang di Gedung Putih Diduga Ditentukan 'Orda'

Kotta : Keluhan Pedagang Akan Ditindaklanjuti

AMBON,AT-Praktek orang dalam (Orda) diduga mewarnai penentuan nama-nama pedagang yang akan menempati gedung putih pasar baru dibilangan Pasar Mardika, Kota Ambon itu. Nama-nama yang dirilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku belum lama ini, sebagian mengakomodir nama-nama pedagang luar Mardika, sementara pedagang di Mardika ada yang tidak diakomodir.

Dugaan praktek Orda itu terungkap saat sejumlah pedagang di kawasan Pasar Mardika, Kota Ambon, mendatangi Kantor Disperindag Maluku, Rabu kemarin, (20/12). Mereka mempertanyakan nama-nama yang diakomodir  menempati gedung putih itu ada yang bukan pedagang  di Mardika.

Puluhan perwakilan pedagang melalui Asosiasi Pedagang Mardika (APMA) Kota Ambon itu mendatangi kantor Disperindag Provinsi Maluku  sore kemarin, dan diterima Kepala Disperindag Maluku, Yahya Kota yang turut didampingi sejumlah staf.

Dihadapan Kepala Disperindag Maluku, para perwakilan pedagang itu mempertanyakan nama-nama mereka yang tidak tercantum dalam daftar pedagang yang akan menempati Gedung Putih.

Sementara itu Ain, salah satu ketua Paguyuban di kawasan Mardika kepada media ini mengaku, nama-nama yang dirilis Disperindag Maluku untuk menempati lantai 3 dan 4 Gedung Putih, lebih banyak pedagang dari Amplas dan separuhnya tidak diketahui latar belakangnya.

"Kita datang untuk tanya mengapa nama-nama kita tidak ada, padahal kalau merujuk pada data Disperindag Kota Ambon, kita yang pedagang lama namanya ada. Kok, setelah diserahkan ke Disperindag Maluku, nama kita tidak ada," paparnya.

Sedangkan, lanjut dia, nama-nama yang dirilis Disperindag untuk menempati lantai 3 dan 4 Gedung Putih baru Pasar Mardika, sebagian besar adalah bukan orang lama.

Senada dengan Ain, Upang salah satu pedagang mengaku, dengan dirilisnya nama pedagang yang notabenennya bukan orang lama pasca revitalisasi Gedung Putih, maka kuat dugaan ada permainan orang dalam atau 'Orda'

"Kita bisa saja duga, kok mereka yang berjualan di Amplaz lalu nama-nama lain yang tidak jelas latar belakangnya ada didalam daftar, sementara kita orang lama yang sudah ikuti semua proses, bahkan lengkapi segala jenis persyaratan tidak tercantum namanya. Mungkin kita tidak punya orda makanya tidak ada nama," ungkapnya.

Sementara itu, ketua APMA Alham Valeo mengaku, pedagang yang tidak mendapatkan haknya lebih dari 200 orang.

"Kami sesali kerja-kerja pemerintah provinsi melali Dinas Indag provinsi Maluku," kata Alham.

Alham menjelaskan, persoalan yang dihadapi pedagang beberapa bulan terakhir adalah nama-nama mereka tidak diakomodir untuk masuk ke gedung putih Pasar Mardika.

"Hal yang kami takuti benar-benar terjadi. Pedagang yang benar-benar pedagang (pedagang gedung putih) tidak diakomodir pemerintah Provinsi Maluku. Padahal kelengkapan administrasi semua sudah siap," paparnya.

Alham mengatakan, pihaknya mendapati ketidak jelasan sistem kerja Dinas Indag Provinsi Maluku. Dimana Dinas Ingag Provinsi menyalahkan Dinas Indag Kota Ambon. 

"Keterangan Indag Kota Ambon mengaku data-data pedagang yang dikirim sesuai dan nama-nama di Indag Kota semua terakomodir. Tapi datanya di provinsi sangat banyak yang dihilangkan," terang Alham.

Alham menegaskan, pihaknya tidak main-main soal ini. Mengingat momentum Natal dan Tahun Baru sudah berjalan, pedagang merasa dirugikan.

"Kita akan laporkan semua ini ke Polisi atau melalui jalur hukum biar semua dapat jalan keluarnya," tandas Alham.

Sementara itu, Kepala Disperindag Maluku, Yahya Kotta saat dihubungi kemarin, mengaku, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan para pedagang terkait penentuan pedagang di Gedung Putih.

"Kita akan kroscek kembali nama-nama yang sudah keluar dengan data-data yang ada di Disperindag Kota Ambon. Intinya apa yang kita lakukan demi untuk menata Pasar Baru itu menjadi lebih baik," paparnya.

Dikatakan Yahya, semua yang dikakukan di Gedung Putih yang baru, adalah untuk kebaikan semua pedagang dan demi kenyamanan masyarakat saat datang berbelanja nanti.

"Nanti akan kita cek lagi, kalau ada yang tidak terakomodir akan kita carikan solusi. Dan kita akan buat sistem perdagangan di Gedung Putih itu senyaman mungkin, " katanya.

Ini agar, imbuh Kotta,  masyarakat nyaman berbelanja dan pedagang juga bisa nyaman berdagang.

"Dengan fasilitas lengkap seperti itu, kalau ditata bagus, otomatis kita bisa ikut lomba kebersihan pasar di Indonesia," tutupnya. (Nal) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai