AMBON,AT-Belum selesai kasus penghinaan terhadap Ketua DPD PDIP Maluku Benhur Watubun, kini Patrick Papilaya Ismail kembali membuat resah dengan melontarkan kata makian kepada calon Gubernur Maluku terpilih, Hendrik Lewerissa. Ptarick pun dilaporkan lagi ke polisi.
Publik Maluku kembali dikagetkan dengan beredarnya video berdurasi 0.44 detik, pada Minggu (24/12) kemarin. Di video tersebut terlihat Patrick Papilaya sedang melakukan live di akun Tiktoknya dengan menyampaikan perkataan yang tidak pantas.
"Hendrik Lewerissa itu seng (tidak) level. Di mana-mana tu (itu) Hendrik Lewerissa cemen. Dia jadi Gubernur saja seng cukup untuk dapat Murad Ismail punya jabatan. Murad Ismail itu Dangkor Brimob levelnya nasional. Dia kalau jadi Gubernur nggak cukup. Bilang dia L*c* b*t*h banyak-banyak baru dapat Murad Ismail pung jabatan. Jang ketawa memang batul, beda level,"ucap Patrick.
Ucapan Patrick di video itu, memantik kemarahan pendukung Hendrik Lewerissa di Pilkada Gubernur Maluku 27 November 2024 maupun kader Gerindra. Patrick akhirnya dilaporkan ke Polda Maluku oleh Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Buru, Mustafa Umasugi.
Wakil Ketua DPD Gerindra Maluku Riki Paliama membenarkan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Maluku. "Sudah dilaporkan ke Direktorat Resesrse kriminal khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku oleh kawan-kawan pengurus partai Gerindra Kabupaten Buru, Minggu sore tadi (kemarin-red)," jelas Riki saat dikonfirmasi Ambon Ekspres, kemarin.
Paliaman meminta Polda Maluku seger menindak lanjuti laporan tersebut secara cepat dan pelaku harus ditahan, sehingga ada efek jera.
"Gerindra minta dia diproses hukum. Kita cepat lapor, karena dikhawatirkan jangan sampai proses hukum lambat relawan LAWAMENA bisa bertindak ke dia (Patrick)," tegas Paliama.
Selain sebagai calon gubernur Maluku terpilih, Hendrik Leweriasa juga ketua DPD Gerindra Maluku. Sehingga wajar jika video penghinaan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.
"Ini sangat keterlaluan ya, dia (Patrick) influencer yang tidak beradab. Contoh kasus dengan pak Benhur belum selesai, kembali berbuat lagi dengan Gubernur terpilih. Pak Hendrik juga ketua DPD Gerindra, jadi wajar relawan dan pendukung LAWAMENA marah, termasuk kader Gerindra," paparnya.
Menurut dia, pemilihan gubernur Maluku telah berakhir. Dua pasangan calon yang kalah, yakni Jeffry Apoly Rahawarin-Abdul Mukti Keliobas, dan Murad Ismail-Michael Wattimen mengucapkan selamat kepada pasangan Hendrik Lewerissa- Abdullah Vanath (LAWAMENA), dan tidak ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
" Pak Hendrik dan Pak Abdullah saat ini lagi memikirkan bagaimana bangun Maluku bersama ke depan. Tetapi kenapa ada pihak yang merasa bahwa sepertinya pertarungan Pilkada belum selesai,"pungkasnya.(Wahab)
Dapatkan sekarang