AMBON,AT-Debat kedu atau terakhir calon gubernur dan wakil gubernur Maluku akan dihelat pada Sabtu, 23 November 2024 di The Natsepa Hotel. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku memperbolehkan para pasangan calon menyiapkan contekan dan dibawa saat debat.
Komisioner KPU Maluku, Wawan Kurniawan Susanto mengatakan, debat publik pemungkas calon gubernur dan wakil gubernur dengan tema pembangunan infrastruktur dan kebijakan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Maluku. Sedangkan sub temanya ialah infrastruktur kepulauan dan pembangunan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penanggulangan inflasi dan pengelolaan keuangan daerah.
Kemudian, pemanfaatan sumberdaya pertambangan untuk kesejahteraan, pembangunan pariwisata, industri kreatif, dan penguatan ekonomi lokal serta pengelolaan sektor perikanan, pertanian dan ketahanan pangan.
Wawan menjelaskan, pelaksanaan debat pada akhir masa kampanye tanggal 24 November dengan tujuan memberikan proporsi yang sama bagi semua pasangan calon. “Debat pemungkas dibuat tanggal 23 November biar profesional waktunya kepada semua Paslon. Kalau debat dibuat sebelum tanggal 23, maka tentu ada paslon merasa waktu kampanyenya dipangkas. Makanya kita sebut debat pemungkas,"kata Wawan kepada Ambon Ekspres, Senin (18/11/24).
Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (Parmas Sosdiklih dan SDM) KPU Maluku, itu juga mengatakan, pasangan calon diperbolehkan membawa catatan, karena tidak dilarang oleh aturan.
"Sesuai ketentuan tidak ada larangan paslon bawa catatan. Karena bisa jadi catatan itu ada yang dikaitkan dengan tema debat maupun visi misi. Jadi tidak ada masalah,"jelasnya.
Wawan juga menyentil dugaan publik terkait indikasi KPU Malu membocorkan soal ke paslon tertentu saat debat pertama. Ia memastikan, dugaan tersebut tidak benar.
Selaku penanggungjawab divisi, Wawan juga memastikan KPU netral atas debat yang dilakukan. Bahkan untuk merespon dugaan publik tersebut, debat terakhir ini KPU Maluku melibatkan panelis dari luar Maluku termasuk mantan Ketua KPU RI Ilham Saputra siap hadir.
"Kalau ada yang curiga soal bocor, silahkan masyarakat nonton kembali debat. Karena pertanyaan dan jawaban yang disampaikan paslon pasti ada sedikit berbeda, tidak semua sama. Itu pertanda tidak ada bocoran soal. Jangan bikin debat nanti jadi gaduh. Mari kita lakukannya dengan baik," tegas Wawan.
Debat terakhir ini akan diikuti tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. Pasangan nomor urut 1, Jeffry Apoly Rahawarin-Abdul Mukti Keliobas yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan taglien Beta Janji, Beta Jaga.
Sedangkan pasangan nomor 2, Murad Ismail-Michael Wattimena diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebnagkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, serta didukung Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Umat. Pasangan tampil dengan jargon Maluku Maju.
Sedangkan paslon nomor urut 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath diusung oleh Partai Gerakan Indonesia (Gerindra), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Gelombang Rakyat (Gelora), serta didukung Partai Kebangkitan Nasional (PKN), Partai Buru dan Partai Garuda. (Wahab)
Dapatkan sekarang