Pasar Waekatin Difungsikan Setelah 4 Tahun Terbengkalai
Aktivitas masyarakat di Pasar Rakyat Waekatin setelah difungsikan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan Selasa, kemarin.--Edy/Ameks
FaizalLestaluhu
27 Apr 2023 18:12 WIT

Pasar Waekatin Difungsikan Setelah 4 Tahun Terbengkalai


NAMROLE,AT- Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perdagangan akhirnya memfungsikan  Pasar Rakyat  Waekatin yang ada di Desa Waekatin, Kecamatan Fena-Fafan.  Pemanfaatan pasar itu dilakukan setelah dibangun   empat tahun  lalu. Pasar tersebut dibangun  Dinas Perdagangan dengan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat  (Pempus) melalui Kementerian Perdagangan. Hanya saja selama empat tahun terkahir ini, pasar itu  dibiarkan begitu saja alias  tidak  difungsikan sebagi tempat jual beli masyarakat. 
“ Memang benar untuk Pasar Pasar Rakyat di Desa Waekatin saat ini sudah difungsikan  untuk aktivitas jaul beli masyarakat.  Pemanfaatan pasar Rakyat  Waekatin dilakukan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di kecamatan termuda dalam wilayah kabupaten Buru Selatan itu,”ujar Plt Kepala Dinas Perdagangan  Kabupaten Buru Selatan, Dominggus Seleky saat dihubungi Ambon Ekspres, kemarin.


Pemanfaatan Pasar Rakyat di Desa Waekatin, kata Seleky,  dilakukan  dengan  menyesuaikan  pemanfaatan Pasar yang ada di desa Leksula Kecamatan Lesksula, serta Pasar Kai Wait dan Pasar Rakyat  Namrole di pusat ibukota Buru Selatan yakni  Namrole.

“Kalau Pasar Leksula dan Namrole itu aktivitasnya  setiap hari Rabu dan Sabtu.   Sementara Pasar Rakyat Waekatin aktivitasnya setiap  hari Selasa dan Jumat,” jelas Seleky.


Indag Buru Selatan, tutur dia, telah  membangun koordinasi dengan pihak perusahan yang selama ini beroperasi di wilayah Kecamatan Fena Fafan untuk membantu sarana transportasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa   menyuplai hasil produksi pertanian maupun perkebunan untuk di jual di Pasar Rakyat Waekatin. 
“Kita juga sudah  bangun kordinasi dengan pihak perusahaan. Dalam kordinasi yang dibangun, kita minta  pihak perushaan bisa memfasilitasi masyarakat  masyarakat yang ada di Desa Waeraman, Trukat, Waelow, Unet, Fakal, Siwatlahin, Waeken, Nusarua,   Batu Karang dengan  sarana transportasi sehingga mereka bisa membawa hasil perkebunan maupun pertanian untuk di jual di Pasar Rakyat Waekatin  dan  pihak perushaan sudah menyanggupi itu,”terangnya 

Seleky berharap masyarakat di kecamatan Fena Fafan bisa memanfaatkan Pasar Rakyat di tersebut untuk memasarkan hasil pertanian maupun perkebunan mereka.
 “Yang kita harapkan pasar Rakyat di  desa Waikatin yang saat telah  funsgikan bisa dimanfaatkan masyarakat yang ada di kecamatan Fena Fafan untuk aktivitas jual beli.  Artinya masyarakat tidak lagi ke Pasar Leksula maupun Pasar  Namrole. Cukup memanfaatkan Pasar  Rakyat  di desa Waekatin untuk aktivitas jual beli berbagai hasil produksi pertanian maupun perkebunan ,”harapnya.   

Seleky juga  meminta agar pedagang  lokal  bisa  menjual berbagai kebutuhan masyarakat lainnya   terutama kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) . Karena akan terjadi jual beli baik itu hasil pertanian, perkebunan dan juga kebutuhan  pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya.  
“Pedagang-pedagang lokal harus berusaha. Paling tidak harus ada kebutuhan Sembako yang bisa dijual di Pasar Waekatin selain hasil produksi pertanian maupun perkebunan yang dijual masyarakat setempat,”ujarnya. 

Ditanya koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terkait dengan difungsikannya pasar  tersebut, Seleky yang juga mantan Sekertaris  Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD) ini menjelaskan,   hal itu sudah dilakukan.

“ Saat saya tiba di Kecamatan Fena Fafan, saya langsung kordinasi dengan camat. Kita berdua langsung menemui  pihak perushaan untuk  menyampaikan rencana pemanfaatan Pasar  Rakyat di desa Waekatin.   Bukan hanya pihak perushaan kita juga telah meminta seluruh pejabat desa  agar mendorong masyarakatnya untuk memasok berbagai kebutuhan  terutama hasil produksi pertanian dan perkebunan   untuk dijual di Pasar  Rakyat Waekatin,”tutupnya (ESI).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai