Pasar Baru Belum Jadi Solusi Kemacetan Mardika
FaizalLestaluhu
07 May 2024 17:01 WIT

Pasar Baru Belum Jadi Solusi Kemacetan Mardika

AMBON,AT-Gedung Baru Pasar Mardika, yang resmi beroperasi pada 18 April 2024 lalu, ternyata belum menjadi solusi mengatasi masalah kemacetan di wilayah tersebut. Padahal, tujuan gedung empat lantai yang menampung 1.700 pedagang di dalamnya itu, dibangun untuk mengatasi kesembrawutan di Terminal Mardika.

Namun sudah lebih dari dua pekan gedung itu beroperasi,  belum kelihatan dampak positif bagi kelancaran lalulintas di wilayah Mardika, sehingga kemacetan sering kali terjadi dan sulit diatasi.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA), Alham Valeo kepada Ambon Ekspres, Senin (6/5) kemarin mengaku, pedagang masih menggunakan badan jalan sebagai arena berdagang, sebab tidak terakomodir masuk di dalam gedung baru Pasar Mardika.

"Sebagian besar pedagang yang berjualan di sepanjang jalan raya pasar Mardika, karena mereka tidak terakomodir masuk dalam gedung baru," ungkap Alham.

Olehnya itu, lanjut Alham,semua pedagang yang tidak terakomudir harus segera di siapkan tempat tertentu, serta representatif untuk menampung mereka berjualan.

"Sehingga, kalau sudah ada tempat untuk menampung mereka berjualan, maka dengan sendirinya jalanan sepanjang Mardika bisa bebas dari pedagang dan tidak akan ada macet," jelasnya.

Menurut Alham, masalah pedagang berjualan di badan jalan Mardika jangan dianggap remeh. Pasalnya, jika hal itu dibiarkan maka selain membuat macet tapi juga dapat membuat fungsi pasar baru Mardika tak maksimal.

"Selama pedagang masih banyak berjualan di luar, selain menimbulkan kemacetan dan kesemrautan juga otomatis akan mematikan pedagang yang akan berjualan di dalam gedung baru, sehingga dipastikan gedung yang megah itu akan jadi barang rongsokan," tandasnya.

Terpisah, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta, ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, melalui WhatsApp mengaku, pihaknya tidak tinggal diam melihat fenomena kemacetan Mardika pasca diresmikannya gedung baru.

"Sudah barang tentu kita tidak tinggal diam. Tapi yang terpenting mengenai masalah ini, harus menjadi tanggung jawab semua pihak tergantung posisinya, baik pedagang, pemerintah, maupun pihak lain termasuk masyarakat," jelasnya.

Oleh karena itu, ungkap Yahya, sikap pemerintah untuk menertibkan ruas jalan nasional dari pedagang, mulai dari depan Pelabuhan Slamet Riyadi hingga ke kawasan Ongkoliong sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak.

"Langkah penertiban ini diawali mulai dari jembatan Mardika hingga jembatan Batu Merah. Sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan penertiban pedagang di areal jalan tersebut,"tutupnya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Maluku Richard Rahakbauw mengatakan, tujuan dilakukan penertiban agar gedung pasar yang baru, bisa terisi oleh para pedagang. Dengan begitu jual beli masyarakat berlangsung di dalam gedung baru tersebut.

Bila pedagang dibiarkan tetap berada di luar gedung pasar, maka selama itu pula kemacetan masih terus terjadi di pasar Mardika dan sulit dihindari. Sebab  masyarakat lebih memilih berbelanja di dekat jalan dari pada harus masuk ke dalam gedung pasar modern itu.  

"Kalau tidak dilakukan penertiban, mereka akan kita panggil, baik Provinsi maupun Kota Ambon. Penertiban perlu agar pasar yang baru dibangun hidup dan terisi oleh para pedagang. Kalau tidak, maka percuma gedung pasar ini dibangun," kata Richard, kemarin.  

Menurut Richard, kemacetan di kawsaan terminal dan pasar Mardika selama ini belum bisa diatasi dengan baik. Olehnya itu, pasar modern agar semua pedagang tidak lagi berjualan di pinggir hingga badan jalan. 

Politisi Golkar ini bilang, pasar Mardika sebagai wajah Kota Ambon harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk aktivitas perdagangan.

"Mestinya penertiban sudah dilakukan sebelum peresmian, tapi sampai saat ini belum juga dilakukan. Kalau seperti ini, untuk apa pasar dibangun bagus tapi tidak dipergunakan sebagaimana yang diharapkan. Ini kan lucu dan mubazir," tandasnya.  (Nal/Hab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai