AMBON,AT-Barnabas Nathaniel Orno mengundur diri dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku lantaran tidak direkomendasi sebagai calon gubernur. Sebaliknya, pihak PDIP berpendapat Orno kurang dewasa menanggpi keputusan partai.
Diketahui, DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah merekomendasi Jeffry Apoly Rahawarien (JAR) dan Mukti Keliobas (MK) sebagai Calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku periode 2024-2029. Kedua figur ini bukan kader PDIP, bahkan Mukti merupakan kader Golkar.
Sementara Febry Calvin Tetelepta (FCT) dan Barnabas Orno, yang merupakan kader PDIP tidak mendapat restu Megawati Soekarnoputri. Tapi FCT tidak memberikan, namu Orno langsung mengundurkan diri, tepat pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Melalui video berdurasi 5 menit 22 detik, Barnabas Orno mengatakan, lebih dari 18 tahun telah bersama para kader lainnya membangun dan membesarkan PDI Perjuangan di provinsi Maluku. Empat bulan lalu ia dan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia kader PDI Perjuangan dikumpulkan di Lenteng Agung dalam rangka konsolidasi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah periode 2024 2029.
Sesuai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat itu, Sekjen Hasto Kristiyanto bahwa rekomendasi PDI Perjuangan diprioritaskan kepada para kader. Sebagai kader tulen, Orno berharap mendapat rekomendasi dari partainya.
"Namun, ada pihak-pihak tertentu dalam tanda kutip melaporkan ke DPP bahwa selama ini saya tidak membesarkan PDI Perjuangan,"ungkapnya.
Menurut Orno, 18 tahun bukanlah waktu yang singkat. Terhitung mulai 2006 sampai dengan 2011, ia menjabat sebagai wakil kepala daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang saat ini berubah menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, direkomendasikan oleh PDI Perjuangan.
Kemudian dilanjutkan sebagai Bupati pertama Maluku Barat Daya pada periode pertama 2011 - 2016. Berlanjut periode kedua tahun 2016 - 2021.
Tetapi pada periode ke-2 di tahun ke-2018, Orno ditugaskan oleh PDIP sebagai calon wakil gubernur provinsi Maluku dan terpilih untuk periode 2019- 2024.
Dari sisi etika dan moral politik, Orno mengakuo dizalimi. Padahal, ia merasa
sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah selama delapan belas tahun sudah turut menaikkan dan meningkatkan serta memperbesar elektoral PDI Perjuangan di provinsi Maluku.
"Untuk itu, saya Barnabas Nathaniel Orno yang sedang berada di Jakarta, pada Sabtu 17 Agustus 2024 menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari PDI Perjuangan sebagai anggota maupun kader,"tegasnya.
Orno pun meminta maaf kepada semua tim loyalis dan seluruh masyarakat Maluku yang bersimpati dan memberikan dukungan moril, doa dan restunya kepadanya untuk bertarung di Pilgub Maluku 2024.
"Kalau bisa Tuhan di surga berkehendak untuk saya mendapatkan rekomendasi PDI Perjuangan ternyata pupus sudah,"pungkasnya.
JANGAN KEMBALI LAGI
Ketua DPD PDI-Perjuangan Maluku, Benhur G. Watubun akhirnya buka suara terkait dengan ungkapan kekecewaan sekaligus pengunduran diri Barnabas Orno sebagai kader partai, lantaran tidak direkomendasi PDIP.
Kepada media ini, Minggu (18/8) kemarin, Ketua DPRD Maluku ini menegaskan, lafas berpisah dengan PDIP telah keluar dari mulut Barnabas Orno, olehnya itu sekali mundur jangan balik lagi.
"Sekali mundur, Barnabas Orno jangan lagi balik ke PDI-P. Dan semoga langkah yang diambil itu sudah tepat demi kepentingan politik ke depan," ujarnya.
Menurut Benhur, Barnabas Orno terkesan sangat "cengeng" setelah tidak berhasil memperoleh rekomendasi. Padahal, selama ini PDIP telah banyak memberikan dukungan kepada mantan Bupati MBD itu.
PDI-Perjuangan, lanjut Benhur, telah memberikan begitu banyak kekuasaan yang dinikmati oleh Barnabas Orno, mulai dari Wakil Bupati MTB, kemudian dua kali Bupati MBD serta Wakil Gubernur Maluku.
"Kekuasaan yang didapat Barnabas dari PDIP sudah sangat banyak, bahkan tidak pernah didapat kader lain. Tapi kok bisa yah ketika tidak mendapat rekomendasi untuk maju di Pilgub Maluku, beliau cengeng seperti anak kecil," pungkas Benhur.(Nal)
Dapatkan sekarang