MASOHI, AT - Oknum anggota DPRD Maluku Tengah kembali berulah. Kali ini bukan berkelahi atau banting meja, namun karena terlilit hutang puluhan juta rupiah.
Oknum wakil rakyat tersebut adalah Faisal Azis Tawainella. Faisal telah meminjam puluhan juta rupiah dari beberapa orang, namun ketika jatuh tempo ia enggan membayar atau sekadar berkabar.
Faisal meminjam uang dari salah satu koperasi di Masohi atas nama Lutf Amru. Lutfi mendatangi Faisal di kantor DPRD Malteng untuk menagih utang yang dipinjamkan oleh koperasi.
Sudah lima kali Lutfi berusaha menemui Faisal, tapi uangnya tak pernah diganti. "Saya punya itu 16 juta. Ada orang lain juga yang 30 juta lebih," ungkap Lutfi kepada Ambonterkini.id, Selasa (26/4).
Lutfi kesal karena Faisal, politisi Hanura, itu telah mempermainkannya. Apalagi ia harus membayar bunga hutang kepada koperasi.
"Tetapi saya minta keringanan dari pihak koperasi. Jadi koperasi menetapkan keringanan bunga 4 juta untuk satu tahun itu," ujarnya.
Faisal meminjam uang tersebut untuk biaya konsolidasi menjelang musyawarah cabang DPD Partai Hanura Maluku Tengah. Kala itu, ia berjanji bakal membayar utang ketika selesai reses dan uang proyek cair.
Lutfi akan melaporkan Faisal dan DPD Hanura Malteng ke kepolisian jika tidak membayar utang.
"Kalau partai tidak melihat itu, maka pihak partai juga ada dalam lingkaran penipu dan semoga dengan berita ini terbit, ia bisa segera melunasi hutang-hutangnya," tutupnya.
Faisal mengakui pernah meminjam uang dari koperasi lewat Lutfi. Ia juga meminjam uang sekitar Rp30 juta dari Abdul Azis Latuconsina, tapi sudah menggantikannya.
"Memang itu ada, tapi tadi saya sudah selesaikan dengan AAL," ungkapnya lewat telepon.
Sedangkan masalah dengan Lutfi, kata dia, hanya karena miskomunkasi. "Sebentar saya ketemu dia lalu menyelesaikan semuanya,"katanya.
Dia menuturkan, saat menjadi pelaksana tugas (Plt) ketua DPC Partai Hanura Maluku Tengah, panitia Muscab menyewa ruangan salah hotel.
"Pada saat masa kepengurusan saya selesai, seharusnya panitia juga bubar, tetapi karena tidak tahu kenapa pihak penginapan memberikan nota 9 juta lebih" jelasnya.
Dengan alasan panitia yang keluar dari penginapan tidak melakukan pelaporan, sehingga menjadi tanggung jawab dia sebagai Plt ketua. Saat itu Lutfi menawarkan peminjaman uang kepadanya.
"Sebenarnya masalah ini akan saya selesaikan kemari tanggal 25 itu. Namun karena tidak sempat, sebentar sore saya sudah sampai di Masohi dan akan diselesaikan,"pungkasnya. (dw)
Dapatkan sekarang