NU Maluku Apresiasi Langkah Cepat Danlanud
Yusran Salamun
Admin
20 May 2022 19:17 WIT

NU Maluku Apresiasi Langkah Cepat Danlanud

AMBON, AT.-Langkah cepat yang dilakukan Komandan Pangkalan TNI AU Lanud Pattimura Ambon Kolonel. Pnb Andreas. A. Dhewo bertemu Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) untuk meluruskan persoalan warga Jemaat Gereja Betlehem Efrata, diapresiasi sejumlah pihak. Termasuk Nahdlatul Ulama (NU) Maluku.

Langkah tersebut dianggap sangat tepat untuk menjawab semua tuduhan publik bahwa para jemaat yang mau melaksanakan ibadah di gereja komplek Danlanud Pattimura diusir petugas penjagaan, karena menggunakan sendal jepit. Padahal itu tidak benar, hanya ditegur. 

Namun diduga ada pihak yang ingin memperkeruh suasana dan hubungan kekeluargaan antar para jemaat dengan pihak Lanud.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah NU Maluku, Salamun Yunus Yusran mengatakan, publik harus tercerahkan dengan persoalan dimaksud agar tidak saling tuding. Langkah cepat Danlanud secara persuasif bertemu Ketua Sinode GPM Maluku, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella meluruskan masalah tersebut sangatlah tepat, agar tidak membias.

Karena pandangan publik saat beredar video tersebut di media massa maupun media sosial pada Minggu (15/05/2022), seakan ada penolakan kepada jemaat tidak boleh melaksanakan ibadah pada gereja di lokasi Lanud Pattimura.

Padahal ini hanya mis-komunikasi internal Lanud dengan warga jemaat yang belum tersosialisasikan secara utuh tentang tata tertib di lingkungan markas Lanud Pattimura Ambon yang bertempat di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, itu.

Karena tidak saja berlaku kepada warga jemaat tetapi juga penghuni Lanud dan masyarakat umum yang melakukan aktivitas di wilayah tersebut harus memtatuhi aturan yang ditetapkan.

"Saya kira secara logika kalau pengusiran kepada jemaat untuk tidak boleh melaksanakan ibadah, adalah tidak benar. Pak Danlanud juga beragama Kristen, bagaimana mungkin beliau lakukan itu. Ini tidak masuk akal. Untuk itu, saya minta kepada masyarakat jangan mudah percaya suatu persoalan tanpa cek kebenarannya," ujar Yusran kepada media ini, Jum'at 
(20/5).

NU Maluku sebagai organisasi keumatan meminta kepada masyarakat Maluku dan Kota Ambon, terutama umat muslim untuk tidak ikut memberikan tanggapan yang dapat memperkeruh suasana. Hubungan persaudaraan antar umat beragama, dengan lembaga manapun termasuk Lanud Pattimura Ambon harus dijaga dan dirawat dengan baik.

 "Kita juga minta aparat keamanan untuk bisa mengusut oknum atau pihak tertentu yang ingin memperkeruh masalah ini. Biarlah semua diselesaikan antara pihak Danlanud dengan Sinode dan para jemaat. Kami juga apresiasi langkah cepat dari ketua Sinode untuk "clearkan" masalah ini," tandasnya. 

Sementara itu, fungsionaris Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku lainnya, Iwan Garwang menambahkan, NU sebagai ormas Islam mempunya kewajiban menjaga keutuhan NKRI terutama di Maluku bersama dengan agama-agama. Salah satunya mampu menyikapi persoalan yang dapat memperkeruh suasana hubungan sosial maupun hubungan keagamaan antar lembaga maupun masyarakat.

Ini perlu, kata dia, agar jangan ketika terjadi hal-hal kecil, tapi diperbesar oleh oknum tertentu, melalui informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Ini yang kami tidak inginkan seperti itu. Kalaupun ada hal-hal harus dapat di bicarakan dengan baik. Kemudian langkah cepat Danlanud melakukan pendekatan dengan Ketua Sinode sangatlah tepat. NU sangat mendukung itu," ungkap Iwan.(WHB

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai