Negeri Soya Ikut Lomba Proklim Tahun 2023
Rapat koordinasi Desa, Negeri, dan Dusun yang mengikuti lomba Proklim Tahun 2023 bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon dan Provinsi Maluku, di Kantor DLH Kota Ambon beberapa hari lalu. --Istimewa.
FaizalLestaluhu
14 Aug 2023 19:34 WIT

Negeri Soya Ikut Lomba Proklim Tahun 2023

AMBON,AT-Negeri Soya kembali terdaftar untuk mengikuti Lomba Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2023 bersama beberapa desa dan dusun di Kota Ambon. Lomba ini sudah diikuti oleh Negeri yang berada di puncak Gunung Sirimau pada Tahun 2021-2022 lalu dan berhasil meraih Sertifikat Proklim Utama.

Kedua sertifikat tersebut membuktikan bahwa Negeri Soya telah aktif melakukan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim secara terintegrasi, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim dan Emisi Gas Rumah Kaca (GRC).

Kepala Pemerintah Negeri Soya, John. L. Rehatta kepada media ini, Senin (14/8) menjelaskan, sebelumnya di Tahun 2021 Negeri yang dipimpinnya itu mengikutsertakan RT 001 Soya Atas dan Tahun 2022 adalah RW 007 Dusun Tabea Jou untuk mengikuti lomba proklim. Sedangkan di Tahun 2023 peserta yang diikutsertakan dalam lomba ini adalah RW.003 Dusun Kayu Putih dan Dusun Hasat. 

Kedua dusun tersebut, kata Rehata, merupakan salah satu lokasi terbesar di Negeri Soya. Masyarakat yang bermukim di lokasi tersebut saat ini bahu membahu mempersiapkan diri dan lingkungan untuk menghadapi lomba tersebut. 

“Lomba Proklim ini akan dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI maupun dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kota Ambon dilokasi,“ jelasnya. 

Lanjut Rehatta, meskipun Soya merupakan Negeri besar di Kota Ambon, namun peserta yang diikut sertakan dalam lomba tersebut berdasarkan RW atau Dusun.

"Karena apabila negeri mendaftar secara langsung, maka kemungkinan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perubahan iklim dan langkah-langkahnya pasti akan kurang, " ungkapnya. 

Orang nomor satu di Negeri Soya ini menjelaskan, perubahan iklim saat ini yang berlangsung di dunia sangat memprihatinkan.

"Olehnya itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan, pegiat dan aktivis lingkungan, serta masyarakat secara umum yang menyadari akan pentingnya agenda menyelamatkan bumi sebagai tempat tinggal seluruh umat, " tutur dia. 

Rehatta menjelaskan, Proklim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan Emisi GRK serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan. 

“Progran ini sangat baik. Kita terus mendukung dalam rangka mengahadapi perubahan iklim dengan cuaca-cuaca yang ekstrim, sebab kita lihat saja saat ini musim panas dan musim hujan sudah tidak beraturan. Saya berharap kita semua bergandengan tangan untuk membuat lingkungan kita lebih baik lagi ,” tandasnya. (AKS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai