AMBON,AMBONKITA,- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Maluku Murad Ismail mendapat perhatian baik dari sebagian kader Golkar yang tergabung dalam Pengurus DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Maluku.
Hal ini terlihat saat kegiatan pelantikan (DPD) Ormas MKGR Provinsi Maluku periode 2021-2026 di The City Hotel, Minggu (20/2) malam. Kehadiran Murad, disambut baik oleh pengurus pusat diantaranya dewan penasehat MKGR Nurul Arifin, Hamzah Sangadji selaku Korwil Golkar Maluku dan Maluku Utara, Penasehat Partai Golkar Maluku Zeth Sahuburua dan pengurus MKGR Maluku begitu sumringah.
Apalagi Murad dalam sambutannya mengatakan, MKGR di Maluku telah menjadi salah satu kekuatan dan inspirator dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta siap bergotong-royong untuk kemajuan daerah.
Selain itu, sebagai salah satu pendiri dan penyumbang kader bagi Partai Golkar, MKGR harus menunjukkan jati diri dan loyalitas dalam memperjuangkan aspirasi warga.
"Kami percaya, MKGR akan terus mendukung dan membantu proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Maluku," ujar Murad.
Sementara Ramli Umasugi yang merupakan Ketua DPD Golkar Maluku tidak tampak di kegiatan itu, karena sedang berada di luar daerah.
Golkar Maluku saat ini sedang dalam kondisi yang kurang baik. Ada kelompok-kelompok tertentu tidak setuju dengan kepemimpinan Ramli sebagai Ketua DPD, bisa saja memanfaatkan situasi ini.
Apalagi beredar informasi Ramli bakal maju sebagai calon Wakil Gubernur Maluku berpasangan dengan Jefri Apoly Rahawarin, mantan Pangdam XVI Pattimura. Tentu ini peluang yang bisa dimanfaatkan siapa saja diajak bersatu, termasuk Murad Ismail untuk melemahkan Ramli.
Salah satu pengurus DPD Golkar Maluku enggan namanya disebutkan mengaku, bahwa Ketua DPD Ramli Umasugi diundang pada kegiatan itu. Namun yang bersangkutan tidak sempat hadir karena berada di Bali, dan mendelegasikan Ketua Bidang antar Ormas Roby Far- Far mewakili, dan tidak ada undangan untuk pengurus.
Dia mengaku kesal dengan sikap panitia, karena DPD Golkar tidak diberikan kesempatan untuk sambutan. Padahal biasanya setiap ormas yang kaitannya dengan Golkar, ketika kegiatan harus ada sambutan DPD.
Apalagi MGKR Maluku yang dibawah koordinasi DPD I, meski sebagai ormas pendiri tetapi sambutan harus tetap ada.
"Sambutan dari DPD Golkar tidak ada. Hanya dari ketua Umum MKGR, panitia, dan Murad selaku gubernur. Kami sangat sesalkan. Apalagi di MKGR semua pengurus Golkar. Sangat tidak etis seperti itu," tandasnya.
Ditanya apakah semuanya telah diatur, biar ada celah bagi kader Golkar yang tidak setuju dengan Ramli untuk menuver dengan Murad Ismail, dia enggan menjawabnya. "Kalau itu saya tidak bisa jelaskan, tapi saya kira media pasti tahu soal itu," kata dia singkat. (whb)
Dapatkan sekarang