NAMROLE,AT.--Wabah muntah berak (muntaber) kembali "menyerang" Kabupaten Buru Selatan. Data sementara, ada 9 penderita muntaber, 3 balita diantaranya meninggal dunia karena terlambat penanganan.
Pemerintah daerah Buru Selatan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus yang terjadi di Desa Kampung Baru, Kecamatan Ambalau, itu. Sembilan penderita muntaber ditemukan setelah Idulfitri 14443 Hijriah pekan lalu.
Penyebab meninggalnya tiga orang yang masih balita itu lantaran terlambat penananganan medis. Bahkan informasi lain menyebutkan, tenaga kesehatan di Puskemas Kampung baru saat kasus ditemukan juga sangat terbatas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DKPPKB) Buru Selatan, Wa Jeni saat dikonfirmasi, Kamis (12/5) membenarkan adanya kasus muntaber tersebut.
"Memang benar ada kasus muntaber yang terjadi di Desa Kampung Baru Kecamatan Ambalau. Dari 9 kasus yang ditemukan ada tiga orang yang dilaporkaneninggal dunia. Kejadiannya setelah perayaan Idul Fitri pekan kemarin," akuinya.
Yeni mengaku sudah berkoordinasi dengan pimpinan Pustu Kampung Baru untuk mendapatkan nama-nama korban atau data terkait kasus tersebut. "Data ini harus disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Maluku," ujarnya.
Terkait faktor yang menyebakan sehingga kasus muntaber terjadi, Yeni menduga diakibatkan lingkungan di desa tersebut yang kotor. "Saya duga ini karena masalah kesehatan lingkungan dan bukan karena air," sebutnya.
Yeni juga telah berkoordinasi dengan kepala desa, tokoh masyarakat dan petugas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan secara dini.
"Kita sudah bangun koordinasi dengan Kades, tokoh masyarakat dan juga tokoh agama untuk lakukan langkah-langkah antisipasi yakni membersihkan lingkungan serta menjaga kebersihan di desa tersebut," terangnya.
Dengan langkah- langkah yang diambil lanjut Yeni dapat menekan jumlah kasus. Tenaga kesehatan juga sudah dikerahkan untuk memberikan pelayanan mkasimal kepada mereka yang terkonfirmasi kasus diare dan muntaber. ( ESI)
Dapatkan sekarang