Mitan Langka di Namrole, Warga Resah
Ilustrasi BBM Habis.
FaizalLestaluhu
30 Oct 2023 06:24 WIT

Mitan Langka di Namrole, Warga Resah

Kadis Perindag : Saya Belum Tahu 

NAMROLE,AT-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah, sudah terjadi sejak dua pekan terakhir di Kota Namrole Kabupaten Bursel. 

Informasi yang berhasil di himpun oleh media ini dari berbagai sumber, hampir seluruh pangkalan atau agen penyalur BBM bersubsidi sampai ke  pengecer yang ada di ibu kota kabupaten itu, stok minyak tanah telah habis.

Akibat dari kelangkaan BBM berjenis minyak tanah tersebut masyarakat mengeluh, pasalnya bagi masyarakat yang berdomisili di daerah kepulauan hanya minyak tanah yang menjadi pilihan terakhir untuk menyambung hidup. 

Masyarakat di Namrole yang paling merasakan akibat kelangkaannya minyak tanah ini, sehingga berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait ,agar segera mengambil langkah-langkah untuk mengeksekusi permasalahan  clasik  tersebut.

"Sudah hampir dua pekan, terjadi kelangkaan Mitan di sini," ungkap Sela, salah seorang warga Namrole kepada media ini, kemarin.

Ibu rumah tangga ini mengaku bahwa, kelangkaan Mitan ini sangat  meresahkan masyarakat. Apalagi bahan bakar yang satu ini menjadi kebutuhan masyarakat setiap hari untuk kegiatan memasak.

"Di Namrole, hampir sebagian besar masyarakat itu menggunakan minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga (memasak).  Olehya itu dengan kondisi Mitan yang sulit diperoleh  membuat dirinya harus berputar otak untuk memenuhi kebutuhnan rumah tangga terutama memasak. Pemkab harus cari solusi untuk menyelesaikan masalah ini," pungkasnya. 

Hal yang samapun disampaikan Ita, warga  Desa Labuang. Menurutnya, Mitan langka membuat sebagia  besar warga resah dan kecewa.

“Katong mau bali Mitan saja pung susah apa. Katong bajalan dari  pangkalan  yang satu ke pangkalan yang lain, mereka samua bilang Mitan habis, ” keluhnya.

Ita meminta, Pemkab  terutama Dinas Perdagangan  untuk turun tangan mengatasi kelangkaan Mitan di Kota Namrole. Karena kelangkaan Mitan ini sangat meresahkan masyarakat.

"Ini kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi. Olehnya itu, harus ada langkah kongkrit yang harus diambil oleh pemerintah  dalam hal ini Dinas Perdagangan,” desaknya.

Dia menduga,  kelangkaan Mitan ini salah satu penyebabnya karena ada  perilaku yang tidak terpuji yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan kondisi kelangkaan Mitan.   Pasalnya,  Mitan tiba-tiba langsung menghilang  dalam wilayah Kota  Namrole dan itu terjadi secara bersamaan. 

"Piihak kepolisian harus melakukan pengecekan di pangakalan-pangkalan yang selama ini menjual Mintan di Namrole. Ditakutkan apa terjadi ini sengaja dimanfaatkan untuk meraup kekutungan. Bisanya mereka timbun, nanti kalau minyak langka, mereka langsung jual dengan harga Rp 8000 hingga  Rp 10.000/liter,” pungkasnya. 

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan Dominggus Seleky yang dikonfirmasi koran ini mengaku belum mengetahui adanya kelangakaan tersebut.

“Kalau untuk kelangkaan saya belum dapat informasi itu,” sebutnya.

Seleky mengaku, akan melakukan koordinasi dengan  staf yang membidangi masalah Mitan untuk memastikan apakaha ada terjadi kelangkaan atau tidak.

“Saya akan koordinasikan itu,” janji Seleky.

Terkaiat dengan masalah Mitan, Seleky mengaku dalam waktu dekat akan lmelakukan pertemuan dengan semua pemilik pangkalan Mitan di Namrole serta pengusaha yang selama ini mendistribusi Mita ke Namrole.

“Rencanana Kamis depan kita akan lakukan pertemuan. Dalam pertemuan itu kita akan mengecek semua pangkalan-pangkalan Mitan dan aktvitas mereka,” janjnya. 

Pasalnya, imbuh dia, ada terjadi penambahan agen dalam proses distribusi Mitan ek Namrole. Otomatis akan ada pembagian jatah penyaluran Mitan. “ Salama ini kan Purmalindo yang distribusi. Tetapi karena ada penambahan agen, otomatis akan ada pembgian kuota penyaluran dan itu akan dibicarakan bersama,” kuncinya.(SE) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai