NAMROLE,AT-Kebutuhan akan bahan bakar minyak ( BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat belakangan ini mulai sulit didapatkan. Pasalnya, untuk mendapatkan lima liter minyak tanah (Mitan), masyarakat atau warga Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terpaksa harus rela mengantri berjam-jam di depan pangkalan Mitan.
Hal ini terpaksa mereka lakukan karena takut tidak kebagian atau mendapatkan Mitan yang langka dalam sepekan terakhir.
Wa Ode, salah satu warga Kota Namrole yang ditemui saat mengantri kepada pers mengaku, dirinya bersama warga lainnya terpaksa harus mengantri berjam-jam di depan pangkalan hanya untuk mendapatkan lima liter Mitan.
"Karena Mitan susah kami dapatkan, makanya kami terpaksa rela mengantri berjam-jam di depan Pangkalan Mitan di Kota Namrole Bursel," akui Ode kepada media ini, kemarin.
Dirinya berharap, pemerintah melalui dinas terkait dapat menyikapi kondisi ini, setidaknya dengan menambah kuota Mitan ke pangkalan-pangkalan Mitan yang ada di Kota Namrole.
"Kami berharap pemerintah dapat menambah kuota Mitan, sehingga kedepannya kami tidak lagi mengantri seperti ini," harapnya.
Pemilik pangkalan Mitan Lamena, La Enari menjelaskan, jatah Mitan yang diperoleh dari Pertamina biasanya tiga sampai empat kali dalam sebulan dengan jumlah seribu liter.
"Biasanya tiga sampai empat kali kami dapat jatah Mitan dari Pertamina," sebutnya.
Meski jatah yang didapat dari Pertamina tiga sampai empat kali dalam sebulan. Namun warga tetap saja mengantri di pangkalan miliknya, saat pasokan Mitan dari Pertamina tiba.
"Memang di pangkalan saya ini kerap terjadi antrian, setiap kali ada pasokan Mitan dari Pertamina," pungkasnya. (Edy)
Dapatkan sekarang