NAMROLE,AT-Persoalan terkait dengan kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) tak habis-habisnya dikeluhkan warga Kota Namrole. Bagaimana tidak, BBM yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat terutama ibu rumah tangga beberapa waktu belakangan ini mulai sulit didapat
Bukan hanya sulit, harga Mitan yang biasanya di jual Rp 6000/liter ditingkat pangkalan dijual oleh oknum- oknum yang tidak bertanggungjawab hingga mencapai angka Rp 9000/ liter.
Kenaikan harga yang dinilai sepihak ini membuat masyarakat mengeluh. Mereka meminta pemerintah daerah kabupaten Buru Selatan turun tangan untuk mengatasi langkahnya Mitan di Kota Namrole.
"Kita minta pemerintah lihat hal ini. Apalagi dalam waktu dekat kita akan masuk perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebutuhan Mitan harus ada dan tidak susah seperti ini, " ujar sejumlah ibu rumah tangga saat di temui media ini Rabu (11/3).
Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan, kata mereka , harus memastikan kebutuhan akan Mitan sebelum dan sesudah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tersedia dalam jumlah yang cukup.
"Kebutuhan Mitan harus tercukupi, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan juga gejolak ditengah - tengah masyarakat, " harap mereka.
PEMKAB GELAR RAPAT MENDADAK DAN LAKUKAN SIDAK
Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akhirnya mengambil langkah- langkah antisipatif. Salah satu langkah yang diambil yakni melakukan rapat dengan dinas teknis terkait serta inspeksi mendadak (Sidak) pada sejumlah pangkalan dan pengecer .
Rapat yang berlangsung diruang rapat Sekertaris Daerah Kabupaten Buru Selatan di pimpin Asietn I Sekda Bursel Hermanus Waemese. Turut hadir Asisten II Dullah Tualeka, Asisten III La Ode Adam Malik, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian ,Inspektorat serta Kasat Reskrim Polres Buru Selatan IPFU Yefta Marlon Melasa.
Asisten I Sekda Kabupaten Buru Selatan
Hermanus Waemese yang di konfirmasi sejumlah wartawan usai pertemuan tersebut mengatakan, dalam pertemuan tersebut banyak hal yang dibahas salah satunya masalah Mitan.
"Untuk Mitan dalam pertemuan tadi menjadi sorotan tajam," akuinya.
Pasalnya, kata dia, hampir setiap saat ada pasokan Mitan dari Pertamina melalui Distributor resmi yakni PT Burmalindo dan PT Bursel Abadi. Tapi anehnya terjadi kelangkaan. Pertanyaan Mitan yang dipasok itu dikemankan?.
"Kita menduga ada yang melakukan penimbunan, " tegasnya.
Ia meminta tim untuk mengambil tindakan tegas bila ada penimbunan yang dilakukan oknum -oknum tidak bertanggungjawab untuk Mitan maupun BBM lainnya.
"Harus ada tindakan nyata atau sanksi yang diberikan sehingga ada efek jera dan tidak lagi mengulangi hal yang sama," harapnya.
Untuk memastikan itu, kata Waemese, tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan yang dipimpin langsung Asisten II, Dullah Tualeka bersama dinas tenknis terkait akan melakukan inspeksi mendadak ( Sidak) di sejumlah pengecer dan pangkalan untuk memastikan ketersedian bahan bakar Mitan.
"Hari ini juga akan dilakukan Sidak untuk memastikan hal itu , " tegasnya.
Sementara itu pantauan media ini sidak dilakukan di sejumlah pengecer dan pangkalan yang ada di Desa Labuang. Di salah satu pengecer ditemukan BBM Pertalite sebanyak 100 liter. Tim meminta BBM tersebut dijual kembali dengan harga Rp 13.000 / liter dari harga sebelumnya Rp 15.000/liter. Penjualan diawasi langsung oleh personil Satpol PP Buru Selatan. Tim juga menemukan adanya dugaan penimbunan Mitan di pangkalan Hasnur kawasan Kilometer I desa Labuang. Dari temuan itu tim merekomendasikan pemilik pangkalan untuk menjual Mintan dengan harga enceran tertinggi Rp 6000/liter yang diawasi sejumlah personil Satpol PP. (Edy)
Dapatkan sekarang