Minyak Tanah Langka, Segera Lakukan Sidak
Ilsutrasi.
FaizalLestaluhu
18 Dec 2024 13:36 WIT

Minyak Tanah Langka, Segera Lakukan Sidak

AMBON,AT-Pemerintah daerah dan Pertamina mengklaim, tidak terjadi kelangkaan minyak tanah (Mitan) di Maluku dan khususnya Kota Ambon. Namun faktanya, masyarakat masih sulit mendapatkan minyak tanah.

Pantaun Ambon Ekspres di Desa Waiheru, Poka dan Rumatiga selama satu pekan terakhir, sejumlah pengecer minyak tanah menutup rapat pintu gudang mereka. Tidak ada aktivitas jual beli minyak tanah seperti biasanya.

Ona (30), warga Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon mengaku, sejak sepekan terakhir ia sulit mendapatkan minyak tanah. Kalau ada, itu pun dijual dalam ukuran 1,5 liter (botol Aqua besar) dengan harga Rp10.000-12.0000.

Indah (34), warga Poka juga mengaku, pernah keliling Kecamatan Teluk Ambon hingga Baguala, dan dari Pasat Rumahtiga, Wayame, Waiheru, dan Passo untuk mencari minyah tanah. Namun ia hanya mendapatkan mitan yang dijual oleh pedagang kecil dengan harga Rp 10.000 per 1,5 liter.

"Biasanya saya beli minyak tanah di agen terdekat sebanyak 2 hingga jerigen 5 liter. Tapi sudah hampir satu bulan ini, cari minyak tanah paling susah. Kalau dapat pun dijual per liter atau satu liter setengah dengan botol Aqua di kios-kios dan di pasar,"katanya kepada Ambon Ekspres, Selasa (17/12).

Kelangkaan Mitan telah dirasakan masyarakat Kota Ambon dan beberapa daerah lain seperti Kota Tual, Seram Bagian Timur, dan Seram Bagian Barat sejak awal November hingga pertengahan Desember 2024. Warga kesusahan mendapatkan kebutuhan Mitan.

Kondisi ini ternyata berbanding terbalik dengan pengakuan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Pertamina Cabang Ambon yang menyatakan stok Mitan cukup hingga selesai Natal dan Tahun Baru.

Hal ini pun menimbulkan berbagai pertanyaan. Pasalnya, masyarakat dibuat bingung sebab fakatanya mitan sulit diperoleh.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Ambon, Hadiyanto Junaidi, Selasa (17/12) kemarin mengaku, sebagai legislatif yang bermitra dengan Disperindag, pihaknya telah menindaklanjuti adanya keluhan atau informasi mengenai kelangkaan Mitan.

"Terkait dengan kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon, setelah hasil koordinasi komisi dengan Disperindag, bahwa Disperindag telah melakukan pengawasan," katanya.

Disperindag Kota Ambon mengaku  telah turun lapangan untuk memastikan kelangkaan Mitan di Kota Ambon. Dipastikan jelang Nataru ketersediaan mitan aman.

"Disperindag telah menyurati Pertamina untuk segera melakukan penambahan stok. Dan surat itu telah direspon oleh Pertamina, sehingga dinas akan memastikan bahwa stok Mitan di Kota Ambon tersedia sampai dengan Nataru selesai," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku, jika Disperindag menyatakan bahwa stok Mitan tersedia sampai selesai Nataru, namun fakta di lapangan terjadi kelangkaan maka kemungkinan  ada penimbunan.

Untuk memastikan hal tersebut, ia mengungkapkan, Komisi II dalam waktu dekat bakal melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke agen-agen minyak tanah di Kota Ambon.

"Kita akan lakukan sidak untuk memastikan hal tersebut. Jika ada agen kedapatan yang nakal melakukan penimbunan, langsung kita minta Disperindag cabut izin agen mitan itu," tutupnya.(Nal) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai