AMBON, AT--Menutup Kegiatan Bimbingan Teknik Wira Usaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah (IKM) Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends, berharap IKM Maluku ke depan akan lebih baju dan berkembang.
Harapan ini disampaikan dalam penutupan kegiatan Bimtek WUB IKM di Hotel Cantika Ambon, pada Kamis (7/7) kemarin. Kegiatan Bimtek yang dipusatkan di Kota Ambon itu, MCB didampingi Koordinator Bidang IKM Alat Angkut pada Direktorat IKM LMEA Kementerian Perindustrian RI, Irvan Kuswardana, dan diikuti secara virtual melalui link zoom meeting di tiga lokasi berbeda, yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Mercy dalam arahannya mengatakan, melalui kegiatan 11 jenis usaha dalam Bimtek WUB IKM yang berlangsung selama tiga hari di masing-masing empat kabupaten/ kota sejak Selasa, 5 Juli 2022 hingga hari ini, diharapkan kepada 220 peserta dapat menjadi investor yang besar di Maluku.
"Harapan saya ke depan Maluku maju, maju dari karya anak Maluku sendiri. Kalau mau berinvestasi maka investasi untuk anak-anak kita. Kita terbuka untuk investasi dari luar, tapi yang lebih penting kita jadikan anak-anak kita sebagai investor besar yang dimulai dari IKM," harapnya.
Dikatakan Mercy, IKM di kabupaten/ kota dari provinsi lain, dapat menjadi industri-industri maju dan menjadi investor terbaik, dan menyebabkan pendapatan ekonomi daerah setempat ikut meningkat.
"Saya percaya ini juga akan terjadi di Maluku sepanjang ada kemauan yang kuat dari semua pemangku kebijakan, baik yang ada di provinsi maupun yang ada di 11 kabupaten/kota, semua harus bekerja sinergis," tuturnya.
Menurutnya, kolaboratif cerdas tidak lagi menggunakan pola-pola konservatif yang lama, yang masih meliputi birokrasi panjang dan hal-hal yang sifatnya teknik operasional. Sehingga hal-hal yang inti berkaitan dengan penguatan kapasitas masyarakat yang unggul dan berdaya saing, akhirnya menjadi lemah, karena habis energi dengan hal-hal yang sifatnya konservatif tadi.
"Saya percaya kalau ini dikerjakan dengan benar, maka tidak menutup kemungkinan di 11 kabupaten/ kota juga daya saing ekonomi akan sangat cepat dan maju karena muncul wirausaha maju yang bersifat IKM," terang Mercy.
Dia menjelaskan, melalui program bimtek seperti ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat kecil, sehingga dapat membantu biaya hidup mereka, baik itu pendidikan anak dan kebutuhan lainnya.
"Lewat usaha-usaha seperti ini, saya yakin Maluku ke depan bakal terbebas dari kemiskinan. Jadi buat saya apa yang kita bicarakan ini yang harus kita kerjakan, bukan hanya sekedar serimonial semata. Sebab, masyarakat Maluku lebih butuh bukti nyata yang dilihat. Nah, melalui kegiatan-kegiatan seperti ini kita bisa berikan sebaik-baiknya kepada masyarakat," jelasnya.
"Selain itu untuk pendampingan, sejak pertama kali kami sudah mendata semua masyarakat yang masuk dalam WUB. Data mereka nantinya dimasukan dalam data base, sehingga mereka bisa dengan modal untuk mengakses usaha mereka sendiri," tambah Mercy.
Untuk diketahui, kegiatan Bimtek WUB IKM ini terlaksana atas kerjasama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka pada Kementerian Perindustrian dengan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends.
Sebanyak 220 peserta di empat kabupaten/ kota yang mengikuti kegiatan tersebut dibagi dalam 11 kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM di Provinsi Maluku.
Di Kota Ambon terdapat dua kegiatan Bimtek WUB IKM yakni Ikan Asap Cair dan Daur Ulang Limbah. Di Kabupaten SBB terdapat dua kegiatan Bimtek WUB IKM yakni Kerajinan Plastik dan Perbaikan Elektronik.
Di KKT terdapat tiga kegiatan Bimtek WUB IKM yakni Pangan Berbasis Hasil Laut, Anyaman Daun Lontar dan Perbaikan Mesin Tempel. Dan di Kabupaten Kepulauan Aru terdapat empat kegiatan Bimtek WUB IKM yakni Pengolahan Daging Ikan, Anyaman Lidi, Service HP serta Reparasi Mesin Kapal Angkutan. (**)
Dapatkan sekarang