Maraknya Aksi Batap BBM Bersubsidi Marak di SPBU Waipia
Tampak SPBU di Waipia, Kecamatan TNS, Maluku Tengah. Rabu (21/1). Jen/Ambonterkini.id.
AdminRedaksi
22 Jan 2026 10:52 WIT

Maraknya Aksi Batap BBM Bersubsidi Marak di SPBU Waipia

MASOHI, AT. –  Praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite bersubsidi secara tidak wajar atau batap kembali marak terjadi di Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Waipia, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) Maluku Tengah. 

Aktivitas ini menimbulkan keluhan serius dari warga karena menyebabkan antrian panjang dan mengganggu akses masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi.

Pantauan Ambonterkini.id di lokasi, sejumlah kendaraan roda empat dengan ukuran tangki yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menampung pertalite bersubsidi terlihat leluasa melakukan pengisian. Ironisnya, praktik tersebut seolah dibiarkan tanpa pengawasan ketat dari pihak SPBU.

Tidak hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua dengan kapasitas tangki besar seperti jenis Thunder dan Megapro juga kerap digunakan untuk mengisi pertalite dalam jumlah tidak wajar.

Pengisian bahkan dilakukan berulang kali oleh kendaraan yang sama, sehingga antrian panjang tak terhindarkan dan memadati jalur di sekitar SPBU.

Lebih memprihatinkan, pemilik kendaraan roda dua tampak melakukan pengisian sendiri tanpa adanya pembatasan maupun pengawasan dari petugas keamanan setempat. Kondisi ini memicu keresahan warga yang harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Salah seorang warga Waipia yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat dirugikan dengan praktik tersebut.

“Kami yang pakai motor standar saja harus antri lama sekali. Kadang sudah berjam-jam, BBM malah habis karena didahului kendaraan yang bolak-balik isi. Ini sangat tidak adil,” keluhnya. Rabu (21/1). 

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang menilai lemahnya pengawasan menjadi pemicu utama maraknya praktik batap di SPBU tersebut.

“Kalau dibiarkan terus, BBM subsidi ini hanya dinikmati oleh oknum tertentu. Kami minta ada tindakan tegas, jangan cuma teguran,” ujar warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Waipia, IPTU Ruston J. Niklas, saat dikonfirmasi mengakui bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan teguran terkait praktik pengisian BBM bersubsidi tersebut.

“Kami sudah melakukan teguran, namun tetap saja masih terjadi,” ungkapnya melalui sambungan telepon seluler. (Jen). 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai