AMBON,AT-Potensi sumber daya alam laut Maluku, khususnya ikan melimpah. Namun, kesejahteraan nelayan di daerah masih sulit. Salah satu kendalanya, nelayan di pulau-pulau sulit menjangkau pasar. Kondisi inilah memantik kepedulian Brigjen TNI (Mar) Said Latucinsina, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IX Ambon.
Tindak lanjutnya, langkah yang dilakukan jenderal asal Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan mendatangkan dua unit kapal timbang untuk para nelayan di Maluku Barat Daya, Kepulauan Banda (Maluku Tengah) dan sebagian wilayah kabupaten Seram (bagian Barat, dan Seram Baguan Timur (SBT).
Said Latuconsina melihat ada keuntungan lebih untuk para nelayan, apabila hasil tangkapan dari laut bisa langsung ditimbang dan dipasarkan. Sehingga ikan bisa langsung dikonsumsi dalam kondisi fresh atau segar.
Bantuan dua kapal timbang yang didatangkan Danlantamal IX tersebut, antara lain Kapal Timbang Mutiara 39 dan Kapal Timbang Hiroyosi 6 yang masing-masing untuk Pulau Moa dan Pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste yaitu Pulau Letti.
Kehadiran kapal timbang Mutiara 39 di Moa dan kapal timbang Hiroyosi 6 di Letti sudah berlangsung sekitar 4 bulan. Sedikitnya para nelayan menghasilkan ikan 2 hingga 3 ton dalam sehari.
Danlantamal menyampaikan pentingnya kapal timbang bagi nelayan.
" Karena pada saat tertentu, nelayan mendapat hasil tangkapan melimpah. Kalau hanya dijual di pasar, pasti melebihi batas konsumsi masyarakat," kata Latuconsina kepada media ini, Selasa (6/6).
Dengan adanya kapal timbang, imbuh Latuconsina, para nelayanan bisa langsung timbang dan dijual di luar Maluku Barat Daya.
"Tujuannya adalah untuk mempermudah akses nelayan dalam menjual hasil tangkapan mereka," demikian Said.(ERM).
Dapatkan sekarang