Lasamahua Diduga Meninggal Karena Tenggelam
Bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Negeri Sepa, Polsek Amahai evakuasi korban ke RSUD Masohi. Jumat (14/11). Jen/Ambonterkini.id.
AdminRedaksi
14 Nov 2025 21:13 WIT

Lasamahua Diduga Meninggal Karena Tenggelam

MASOHI, AT. — Ditemukan tak bernyawa, Lasamahua (53 tahun), warga Dusun Yalahatan, Negeri Tamilouw, Kecamatan Amahai, diduga kuat karena tenggelam. 

Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh dua anak kecil yang melihat tubuh korban mengapung, lalu segera memberitahu warga sekitar.

Dokter Ahli Forensik RSUD Masohi, dr. Harkipus, memberikan penjelasan medis setelah melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Ia memastikan bahwa seluruh tanda yang ditemukan mengarah pada kematian akibat tenggelam.

“Dilihat dari kondisi jenazah, waktu kematian diperkirakan sekitar 6–7 jam, atau masih di bawah 12 jam,” jelasnya. Jumat (14/11). 

Menurutnya, beberapa ciri khas pada tubuh Lasamahua mendukung kuat kesimpulan tersebut. Mata korban tampak merah, menandakan masuknya air ke saluran pernapasan. 

Selain itu, mata berkabut juga menjadi indikasi umum pada korban meninggal di air. Tidak ditemukan tanda kekerasan, memar, patah tulang, atau jejak trauma lainnya.

“Tubuh korban juga belum kaku sepenuhnya, mendukung perkiraan kematian yang belum terlalu lama. Semua tanda dari pemeriksaan luar mengarah pada kematian akibat tenggelam. Organ luar korban utuh,” tegas dr. Harkipus.

Kapolsek Amahai, IPDA P. J. Sopacuaperu, turut membenarkan kejadian tersebut dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana.

“Korban pertama kali dilihat oleh dua anak kecil. Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung menuju TKP untuk memastikan kondisi dan melakukan evakuasi. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ada tanda kekerasan apa pun,” ujarnya.

Jenazah Lasamahua telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Yalahatan, Negeri Tamilouw. (Jen).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai