AMBON,AT-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan perbaikan infrastruktur dengan mengaspal Terminal A1 dan A2 Mardika.
Sebelumnya, Robby Sapulette, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, mengatakan, sebelum pengaspalan hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan drainase di dua terminal tersebut.
“Jadi lapak-lapak didalam terminal itu kan dibawahnya ada drainase. Nah kita akan koordinasikan dengan pedagang dulu, sebab untuk bersihkan drainase lapak-lapaknya mesti dibongkar,” jelasnya.
Terminal harus dikosongkan, kata Robby, lapak-lapak mesti dibongkar untuk pembersihan drainase.
“Kalau sudah selesai pembersihan, saya pastikan pekerjaannya akan rampung paling lambat satu bulan,” ujarnya.
Menyikapi rencana pembongkaran tersebut, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika (APMA), Alham Valeo kepada media ini, Minggu (22/10), kemarin mengatakan, pemerintah baiknya siapkan tempat relokasi sebelum membongkar.
“Harapan saya kalau ada perencanaan seperti itu, mestinya pemerinta menyiapkan dulu tempat relokasi yang layak dan representatif bagi pedagang. Nah kalau sudah baru lakukan pengaspalan,” katanya.
Menurutnya, untuk kondisi sekarang sangat kurang tepat jika tiba-tiba dilakukan pengaspalan tanpa terlebih dahulu ada solusi. Lagipula, segala persoalan Mardika masih dipansuskan.
“Maka alangkah bijaknya mari menunggu hasil pansus, baru lanjutkan program strategis kedepan. Pada dasarnya kami seluruh pedagang sangat setuju dan senang dengan pengaspalan, hanya pemerintah juga harus bijak dengan melihat dan menyesuaikan situasi dan kondisi,” terangnya.
Jika pemerintah tetap berisikeras melakukan pembobgkaran, Alham menilai pemerintah mengabaikan kepentingan nasib ratusan PKL serta tidak memikirkan dampak ekonomi.
“Harus pikirkan dampak ekonimi, apabila ratusan pedagang yang setiap hari menggerakkan perekonomian pasar tiba-tiba terhenti akibat kebijakan yang tidak terukur,” ujarnya.
Dikatakannya, hal itu juga bisa cenderung dinilai arogan karena pasti menimbulkan sentimen negatif bagi pertumbuhan ekonomi, apalagi situasi ekonomi pasar yanglagi lesu-lesuhnya akibat rendahnya daya beli masyarakat.
“Seharusnya pemerintah hadir memberi solusi. kalau perlu berikan stimulus ekonomi bagi pedagang untuk merecovery pemulihan ekonomi pasar pasca pandemi,” tegasnya.
“Hal ini juga dapat diindikasikan kalau pemerintah kurang memahami dinamika ekonomi pasar, yang merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi Kota Ambon,” imbuhnya. (M1)
Dapatkan sekarang